Sejuta Cerita Di PSBR (Pelatihan Sosial Bina Remaja) Pamekasan

4 min read

Sumber : Unsplah.com

Assalamualaikum Wr Wb, masih ingat kan dengan saya…?

Kemaren saya cerita tentang kesan saya saat pertama prakerin, nah sekarang saya akan bercerita tentang pengalaman saya ketika mengikuti program pelatihan di salah satu dinas sosial di kota saya.

Di sana saya belajar sekitar kurang lebih enam bulan lamanya, banyak teman kesan cerita kenangan ya juga sedikit di tambah dengan bumbu – bumbu percintaan hehe.

Jangan bosen bacanya ya…?

Bermula Dari Teman

Sumber : Unsplah.com

Info tentang hal tersebut berawal dari salah satu teman saya Halimi namanya, malam itu sehabis sholat isya’ dia menelpon saya.

“Mau gak kalo misal kamu ikut pelatihan.” Ungkap si Halimi?

“Pelatihan apa tanya saya?” Saat itu saya penasaran dan bertanya tanya.

Kemudian dia menjelaskan bahwa di kantor tempat pamannya bekerja yakni Dinas Sosial, mengadakan suatu program pelatihan kerja, khusus bagi anak yang menggagur/tidak ada pekerjaan.

Dan pada saat kebetulan saya belum ada pekerjaan, maklum saya kan baru lulus sekolah jadi tidak ada pekerjaan.

Keesokan harinya paman si Halimi menelpon saya, beliau menjelaskan panjang lebar bahwa dikantornya mencari remaja yang belum bekerja untuk diikutkan program pelatihan.

Beliau menawarkan sekaligus menyarankan saya untuk ikut dalam program ini, karena disana kita kita akan mendapat ilmu dan bekal juga asrama makan dan fasilitas lain secara gratis dalam waktu enam bulan.

Stelah saya pikir – pikir, ya dari pada tidak pekerjaan di rumah mending saya iku lumayan udah dapet ilmu, peralatan dan juga gratis lagi.

Sosialisasi Dinas Sosial

Sumber : Unsplah.com

Seminggu setelah saya di telpon saya diminta hadir ke Dinas Sosial untuk mengikuti sosialisasi dan juga pengumpulan berkas.

Sekitar 3 jam saya dan beberapa orang menerima arahan dan panduan tentang PSBR (Program Pelatihan Bina Remaja) dimana dijelaskan bahwa tempat dan tanggal pelaksanaannya pada bulan depan.

Bertempat di Kabupaten Pamekasan sekitar 30 menit dari kota saya tinggal dan berada di sekitar alun alun pamekasan atau orang sana bilang Arek Lancor.

Disana disediakan asrama untuk kami ruang kelas, jatah makan, ekstrakulikuler, dan jurusan pelatihan yang ingin diambil.

Ada tiga jenis pelatihan yakni Mesin, Elektronik dan Menjahit.

Road To PSBR

Sumber : Pexel.com

Seminggu setelah sosialisasi kami berangkat sekitar 7 orang dari kota saya, didampingi oleh staf dari dinas sosial kami di antar ke tempat kami akan mengikuti pelatihan.

Sekitar 40 menit kami tiba di jalan Ronggo sukowati Pamekasan perjalanan kami sedikit terhambat karena pada waktu itu sedang ada perbaikan jalan.

Kami sedikit telat karena acara penyambutan sudah berjalan hampir setengah acara, kami pun mengikuti acara penyambutan.

Rumah Baru

Sumber : Unsplah.com

Setelah mengikuti penyambutan kami pun di berikan perlengkapan seperti sprei, piring, gelas, sendok dan surat ijin jika suatu saat ingin ijin pulang.

Kami pun diarahkan ke asrama masing – masing, terdiri dari 5 asrama putra dan 7 asrama putri dengan jumlah tiap asrama sekitar 7 sampai 10 orang untuk asrama putra dan 5 sampai 6 orang untuk asrama putri.

Saya pun masuk asrama dan mulai memilih tempat tidur saya, sudah ada yang lebih dulu masuk di asrama sebelum saya, jadi saya hanya dapat memilih tempat se adanya.

Di asrama saya terdapat 9 orang dan dari berbagai macam desa yang berbeda tentunya jauh jauh, dan dari sanalah kisah pertemanan kami dimulai. Kisah dimana kami menghabiskan canda gurau susah senang bersama.

Muiai dari tidur makan mengikuti pelajaran bermain jalan jalan yah pokokya banyaklah kenangan yang saya lalui disana.

Teman Baru di PSRT

Sumber : Unsplah.com

Saya menjadi angkatan ketujuh di PSBR, dimana sebelumnya bernama PSBR (Pelatihan Sosial Bina Remaja) setelah angkatan kami masuk berganti PSRT (Pelatihan Sosial Remaja Terlantar).

Itu di sebabkan karena pihak kepala dinas kami ingin membuat proposal ke pusat agar segera di acc karena sebelumnya saat menggunakan nama yang lama sangat sulit untuk di setujui mengenai proposal tsb.

Di hari pertama saya berkenalan hanya sebagian teman asrama saja, maklum banyak yang judes  jadi saya sedikit malu untuk berkenalan.

Baru setelah seminggu kami mulai kenalana satu sama lain dan juga mulai sedikit akrab satu sama lain.

Saat jam makan dihari pertama saya bingung karena kita harus membawa piring yang kemaren di berikan oleh staf disana, tanpa sengaja saya menuju dapur umum tanpa membawa piring sedangkan yang lain membawa perlengkapan makan.

Saat itu saya tegang dan panik tentunya, saya pun langsung balik asrama untuk mengambilnya.

Kami makan berdasarkan meja asrma masing masing – masing, disana ada satu keranjang nasi dan satu nampan lauk, dimana kami harus membaginya satu asrama.

Kegiatan – kegiatan di PSRT

Sumber : Unsplah.com

Terdapat empat lima kelas jurusan, kelas Elektronika, kelas Otomotif, dua kelas Menjahit dan satu kelas materi umum.

Setiap hari senin sampai kamis kami ada materi praktek jurusan, sedangkan jum’at dan sabtu kami di kelas materi umum, jika di kelas kejuruan kami masuk berdasarkan jurusan yang dipilih lain halnya kami ketika materi umum.

Disana kami berkumpul baik dari jurusan Elektronika, Otomotif maupun menjahit menjadi satu, sama halnya laki – laki dan perempuan sama jadi satu kelas.

Nah di situ lah kisah percintaan darik anak anak muda ini di mulai.!

Setiap pagi sore dan malam kami melakukan apel, sebelum apel malam kami melakukan sholat jama’ah dan juga ngaji bersama.

Sesekali terjadi kejadian aneh yang tidak diinginkan yakni kesurupan, biasanya terjadi pada siswi yang memang mengalami riwayat seperti itu sebelumnya, maklum disana sedikit terkenal angker.

Liburan

Sumber : Unsplah.com

Hari demi hari berlalu tak terasa sudah hampir enam bulan kami bersama dan dua minggu lagi kami akan pulang kerumah masing-masing.

Seminggu sebelum kelulusan, kami mendapat program kunjungan sekaligus ke salah satu lembaga seperti kami di kota Malang.

Sabtu malam kami berangkat dan langsung menuju tempat penginapan di lembaga PSBRT kab Malang.

Sesampainya disana kami di sambut oleh hidangan makan dan beberapa pertunjukan karya anak-anak disana. Kemudian setelah itu giliran kami yang menampilkan can macanan sejenis barongsai has kota kami.

Setelah acara selesai kami pun berdiam disana semalaman, paginya kami langsung pamit pulang sekaligus mampir ke taman wisata alam Selecta Kota Malang.

Disana kami liburan bersama bermain bercanda berenang bersama, pokoknya semua wahana disana kami coba semua. Karena maklum itu akan menjadi kesan kita sebelum berpisah setelah setengah tahun lamanya bersama.

Perpisahan Yang Penuh Air Mata

Sumber : pexel.com

Tak terasa hari perpisahan tiba, dan tidak tersasa bahwa sudah enam bulan kami bersama.

Di malam sebelum besok kami berpisah kita mengadakan sesi foto bersama, dan tanya jawab juga tebak tebakan. Malam itu kita lepaskan semua tawa canda gurau selama enam bulan lamanya.

Ada yang tak kuasa menahan tangis ada yang bercerita tentang kesan selama disana. Semua perasaan pokonya campur aduk, saya pun juga merasa akan kehilangan sosok teman yang sudah lama bersama.

Hari perpisahan pun tiba semua berpamitan satu sama lain, ada yang di jemput orang tua, keluarga, teman dll. Saya sendiri pulang bersama 3 teman saya yang dari kota saya juga, sedangkan empat lainnya di jemput.

 

***

Semua yang bertemu pasti berpisah dan itu memang hukum alam. Tapi perpisahan bukanlah akhir segalanya justru menjadi batu loncatan kita untuk menjadi lebih baik kedepannya.

Semoga pengalaman-pengalaman pribadi saya dan Anda dapat menjadi cerita menarik bagi anak cucu kita di kelak hari.

Dimana kita dituntun untuk menceritakan dongeng, alangkah baiknya bila kita menceritakan pengalaman pribadi singkat yang lebih realistis yang penuh pendidikan.

Karena sebaik-baik guru adalah pengalaman. Meski sedih, senang, luka, bahagia itu akan selalu ada hikmahnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *