15 Contoh Hewan Ovovivipar dan Ciri-Cirinya Lengkap

6 min read

nama latin hewan

Ada yang tau gak dengan contoh hewan ovovivipar?

Pada artikel sebelumnya kita sudah membahas tentang pengertian hewan vivipar dan ovipar serta contoh hewan omnivora.

Nah untuk itulah artikel ini dibuat agar melengkapi serta memperjelas penjelasan tentang jenis perkembangbiakan hewan atau daur hidup hewan.

Nah untuk kalian yang ingin mengetahui apa aja sih jenis hewan ovovivipar ini, mari kita bahas lengkap beserta ciri dan penjelasannya.

Apa Itu Hewan Ovovivipar?

contoh hewan ovoviviparHewan ovovivipar adalah sebuah sistem perkembang biakan pada hewan dengan cara bertelur dan beranak.

Embrio dalam hewan ovovivipar berkembang dalam telur, dan telurnya tetap berada di dalam tubuh indukannya sampai telur tersebut menetas.

Kemudian setelah telur tersebut menetas, maka muncul lah individu baru yang keluar dari tubuh induknya.

Embrio yang dimaksud adalah merupakan penghasil makanan yang berada dalam telur sendiri tersebut, dan bukan dari tubuh sang induk.

Sistem ini merupakan gabungan dan pertengahan antara hewan ovipar (bertelur) dan hewan vivipar (beranak).

Ciri-Ciri Hewan Ovovivipar

contoh hewan ovovivipar

  • Hewan jenis ovovivipar ini tidak mempunyai ciri-ciri khusus, yang memebedakan hanyalah, prosesnya dimulai dari pembuahan, kemudian menjadi telur hingga menetas terjadi di dalam tubuh indukannya, setelah itu dikeluarkan atau melahirkan.
  • Memiliki embrio yang berkembang biak serta tumbuh di dalam telur, kemudian telur tersebut akan keluar dari tubuh indukannnya, setelah cukup umur telur tersebut akan menetaskan anakan hewan yang baru.
  • Salah satu produksi baru dari individu hewan ovovivipar dilakukan dengan cara generatif/seksual. Hasil dari pembentukan zigot menjadi betina terjadi saat sperma jantan dan ovum sang betina bertemu. Setelah itu terjadi proses pembuahan sehingga membentuk telur. Kemudian dalam telur embrio tumbuh dengan sempurna karena ada cadangan makanan.
  • Memiliki kemampuan hidup di dua alam. Karena pada dasarnya hewan yang berkembang biak dengan cara ovovivipar ini hanya sebagian kecil saja dari spesies hewan yang ada di dunia.

Contoh Hewan Ovovivipar

Iguana

iguana Contoh hewan ovovivipar yang pertama adalah iguana. Iguana adalah salah satu hewan yang masih satu bangsa dengan kadal, akan tetapi iguana memiliki ciri khas tersendiri.

Iguana sendri memiliki ciri-ciri yakni pada bagian tubuhnya terdapat semacam sirip yang menyerupai ikan gurame, pada bagian ekornya cukup panjang serta pada bagian kulitnya berbintik-bintik.

Iguana merupakan hewan yang banyak ditemukan di wilayah Amerika Selatan dan Amerika Tengah.

Adapun cara berkembang biak hewan ini sama dengan hewan platypus, hanya saja mereka membutuhkan waktu sekitar 90-100 hari hingga anaknya lahir.

Kadal

kadalSecara umum, kadal akan bereproduksi dengan cara bertelur. Akan tetapi karena jenisnya yang terlalu banyak, beberapa diantaranya berkembang biak dengan cara ovovivipar.

Siklus kehamilan mereka sama seperti iguana. Jangka waktunya pun sama, yaitu 90-100 hari.

Meskipun demikian ada perbedaan yang mendasar antara reproduksi kadal dengan iguana. Kadal juga dapat dikatakan sebagai contoh hewan amfibi, akan tetapi habitat utama kadal cenderung di daratan.

Jika pada iguana betina tidak ingin didekati siapapun dan lebih agresif, itu seperti tanda jika mereka ingin menyendiri ketika sedang hamil, berbeda dengan kadal, mereka justru melindungi satu sama lain.

Bahkan ketika calon bayi mereka akan keluar, sang jantan akan selalu melindunginya dan bertindak lebih agresif.

Bunglon

bunglonContoh hewan ovovivipar selanjutnya adalah bunglon. Hewan ini umumnya berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar)

Tetapi ada juga jenis bunglon yang berkembang biak dengan cara menyimpan telur didalam tubuh sang induk.

Induk akan melahirkan bayi bunglon, yang dimana akan menetas pada kemudian hari. Sehingga bunglon termasuk ke dalam kelompok ovovivipar.

Bunglon memang hewan yang unik karena bisa mengubah warna tubuhnya. Dari warna yang cerah seperti abu-abu, kuning dan hijau dan menjadi warna yang lebih gelap seperti kehitaman dan kecoklatan.

Sering kali bunglon ditemukan di semak-semak dan pohon-pohon peneduh yang ada di kebun dan juga pekarangan.

Bunglon memangsa berbagai macam serangga yang di jumpai seperti halnya kupu-kupu, capung, ngengat, lalat dan lain-lain.

Bunglon menggunakan teknik dan cara yang unik didalam mengelabuhi mangsanya. Yakni dengan cara berdiam diri pada pucuk pohon atau bergoyang-goyang seolah-olah terhempah oleh angin.

Salamander

contoh hewan ovoviviparSalamander adalah nama umum bagi sekitar 550 spesies amfibi. Mereka secara umum dicirikan oleh penampilan mirip kadal, dengan tubuh ramping, hidung pendek, dan ekor yang panjang.

Salamander berkembang biak dengan cara internal, di mana umumnya jantan menghasilkan sel sperma yang mengandung spermatofor yang nantinya akan di tampung oleh hewan betina di dalam kloaka.

Kloaka salamander adalah muara dari saluran urine, genital, serta pencernaan (urogenital). Kemudian setelah sel telur betina dibuahi, sel sperma akan terbentuk menjadi telur.

Telur ini kemudian diletakkan di air atau di darat. Karena salamander, sama halnya dengan semua hewan amfibi, bertelur di air, telur mereka tidak memiliki shell pelindung seperti, misalnya, telur ayam.

Ini lah yang mengakibatkan telur dari salamander rentan terhadap polutan kimia, radiasi ultraviolet, dan faktor lain yang mengganggu pembelahan sel pada tahap awal embrio.

Akibatnya, embrio tidak dapat berkembang dengan baik, dan itu akan mati.

Platypus

platypusContoh hewan ovovivipar selanjutnya adalah platypus. Sebenarnya platypus berkembang biak dengan cara (ovipar) layaknya seperti kelas burung dan aves. Tetapi platypus cukup aneh dan unik.

Hewan platypus ini memiliki kelenjar susu dan punya kebiasaan untuk menyusui bayi-bayinya setelah menetas layaknya mamalia.

Karena ketidaklaziman inilah para ahli biologi yang menyebutkan. Hewan ini termasuk ke hewan peralihan dari evolusi yang berlangsung dari kelas burung ke kelas mamalia.

Platypus adalah hewan semi-akuatik yang sering ditemui di daerah bagian timur benua Australia. Hewan ini memiliki paruh yang mirip dengan bebek serta memiliki kaki yang berselaput.

Suhu tubuh dari platypusini kira-kira sekitar 32 derajat Celcius. Tubuh platypus di selimutu oleh bulu yang berwarna cokelat, untuk bisa menjaga, sehingga tubuhnya menjadi tetap hangat.

Berat badan dari hewan platypus yakni dibawah antara 1 kg hingga lebih dari 2 kg. Sedangkan pada platipus jantan lebih besar 3 kali dibandingkan dengan jenis betinannya.

Ikan Hiu

contoh hewan ovoviviparHiu adalah predator laut yang sangat mematikan serta ganas, dan juga sangat ditakuti oleh sebagian besar ikan di ekosistem laut.

Ini disebabkan karena hiu dapat memangsa ikan-ikan yang volume tubuhnya lebih kecil dan memiliki banyak nutrisi.

Untuk perkembangbiakkanya, hiu mengalami perkembangbiakkan yang sama dengan ikan pari, hanya saja belum ada informasi yang terpercaya tentang berapa lama waktu yang diperlukan untuk mengandung anak-anaknya.

Akan tetapi dalam sekali kehamilan, mereka dapat menghasilkan 5-20 calon bayi.

Ikan Pari

ikan pariIkan pari adalah salah satu ikan yang dapat ditemukan di hampir seluruh perairan dunia, dan masih bersaudara dengan ikan jerung.

Hewan ini mempunyai pangkal ekor yang memiliki taji sekitar 8 inci dan beracun. Pada saat ikan pari merasa terancam maka ekornya akan mengeras dan menjadi senjata untuknya.

Biasanya ikan pari jarang menyerang atau menyengat manusia yang ada di dekatnya. Akan tetapi pada saat terancam saja, ikan pari akan menggunakan tajinya untuk mempertahankan dirinya.

Hingga kini kira-kira terdapat 200 spesies yang hidup di dunia, ikan pari terdapat di air tawar maupun air laut.

Ikan Guppy

contoh hewan ovoviviparIkan guppy adalah salah satu hewan yang termasuk dalam kelompok hewan ovovivipar. Ikan guppy merupakan salah satu ikan yang sangat mudah sekali untuk berkembang biak.

Masa kehamilan dari ikan guppy sekitar antara 20 hari sampai 30 hari dan bergantung pada suhu air. Ikan guppy ini mengandung dan juga melahirkan anaknya.

Induk ikan guppy bisa mengeluarkan anak di antara 2 sampai 100 ekor dalam setiap kehamilanya. Setelah keluar dari perut induknya anak-anak guppy bisa hidup sendiri dari berenang, mencari makanan dan menghindar dari musuhnya.

Panjang dari ikan guppy yang betina antara 4 sampai 6 cm. Berbeda dengan ukuran tubuh sang jantan yang ukuran tubuhnya lebuih kecil.

Ikan guppy adalah salah satu ikan hias yang terpopuler di dunia. Ikan guppy tidak akan kesulitan untuk menyesuaikan diri dan berkembang biak.

Pada tahun 1920an silam, ikan guppy masuk ke Indonesia sebagai ikan hias atau ikan aquarium.

Saat ini ikan guppy sudah sangat luas ke berbagai tempat yang berada di wilayah Indonesia. Di Jawa dan Bali ikan guppy sudah sangat melimpah saat ini.

Buaya

buayaSelanjutnya hewan ovovivipar contohnya adalah buaya. Buaya berkembang biak dengan cara ovovivipar.

Namun selain binatang ovovivipar buaya juga termasuk anggota hewan reptile. Buaya memiliki habitat utama di air tawar, danau, rawa dan lahan yang lembab.

Tetapi ada sebagian jenis buaya yang hidup di perairan air payau atau danau muara.

Buaya juga termasuk dalam golongan hewan yang ganas dan hewan karnivora (pemakan daging). Makanan utama buaya adalah hewan-hewan yang memiliki tulang belakang.

Bahkan kadang-kadang juga memakan reptile, mamalia, moluska, krustasea atau bahkan manusia.

Ular Kadut

ular kadutContoh hewan ovovivipar selanjutnya adalah hewan yang berasal dari kelas reptil, yakni ular kadut. Ular ini memiliki warna dasar abu-abu dengan warna lurik putih.

Ular sendiri merupakan hewan ovovivipar. Ular ini hanya dapat hidup di daerah yang berair, jika ular kadut ini memasuki daerah yang bertanah, maka mereka akan kesulitan dalam bergerak, selain itu dapat mengakibatkan kulit mereka menjadi robek karena kulitnya sangatlah tipis.

Sampai saat ini belm ada informasi riil tentang berapa lama ular ini mengandung, hal ini dikarenakan ular ini hanya dapat ditemukan diwilayah hutan-hutan lembab dan di laut, sehingga untuk melakukan pengamatannya belum maksimal.

Anaconda

anacondaAnaconda adalah salah satu jenis ular terbesar yang paling berbahaya dari seluruh keluarga jenis ular yang ada.

Anaconda memiliki kemampuan melilit mangsanya dengan sangat kuat dan bergerak begitu cepat.

Untuk perkembangbiakkanya, mereka biasanya akan melakukan perkawinan ketika musim kawin datang. Dimana ketika musim kawin tiba, biasanya sang betina akan lebih agresif.

Dalam sekali kehamilan mereka dapat menghasilkan 20-100 calon bayi mereka. Akan tetapi, masa mengandungnya cukup lama, yaitu sekitar 6-7 bulan.

Ular Boa

ular boaPada umumnya ular berkembangbiak dengan cara bertelur, akan tetapi pada ular boa ini mereke bertelur dan melahirkan.

Ular boa akan lebih agresif pada saat musim kawin berlangsung. Mereka sudah siap untuk kawin ketika usia mereka menginjak 2-3 tahun.

Ketika sudah melakukan pembuahan, maka teur akan disimpannya terlebih dahulu ditubuh boa betina dan telur tersebut akan langsung menetas di dalamnya.

Pada sekali proses kehamilan, ular boa akan menghasilkan 10-40 telur, dimana nantinya ular boa kecil akan memiliki panjang tubuh 50-60 cm.

Waktu yang dibutuhkan ular boa untuk mengandung adalah 6 bulan.

Ular Bangkai Laut

ular bangkai lautUlar bangkai laut adalah sejenis ular yang memiliki bisa yang berbahaya bagi makhluk lain. Hewan ini biasa dikenal masyarakat umum dengan sebutan ular hijau, karena ular ini memiliki tubuh berwarna hijau.

Ular ini memiliki ukuran sedang, tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil. Mereka memiliki tubuh pendek dan gemuk, tetapi memiliki pergerakan yang lambat.

Binatang ini merupakan salah satu contoh hewan ovovivipar yang memiliki panjang pada spesies jantan hanya 60 cm, dan pada spesies betina bisa mencapai 80 cm.

Kuda Laut

contoh hewan ovoviviparContoh hewan ovovivipar selain ular terakhir adalah kuda laut. Jika dibandingkan dengan jenis hewan yang kita bahas sebelumnya, kuda laut adalah hewan yang sangat unik dan berbeda dengan hewan lainnya.

Jika pada umumnya yang mengandung adalah sang betina, maka pada kuda laut yang mengandung adalah sang jantan.

Kejadian ini sangatlah jarang dijumpai pada jenis hewan lainnya, sehingga hal ini menjadi ciri khas dari perkembangbiakan kuda laut.

_

Nah itu tadi pembahasan mengenai tentang hewan ovovivipar beserta contohnya. Demikian pembahasan kali ini yang dapat penulis jelasakan, semoga artikel kali ini dapat membantu serta dapat dijadikan referensi kita kedepannya.

Sekian Terima Kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *