Fungsi Xilem dan Floem Pengertian, Unsur, Ciri Pada Tumbuhan

4 min read

fungsi jaringan xilem dan floem

Apa sih fungsi xilem dan floem itu?

Mungkin kata tersebut terdengar asing bagi kita bukan. Namun tahukah kalian mungkin jutaan orang bahkan menyadari jika kita berbicara xilem dan floem pasti itu tentang tumbuhan.

Xilem dan floem ini hanya terdapat pada sel tumbuhan saja, dan merupakan sistem pengangkut sebagai salah satu penunjang keberlangsungan tumbuhan.

Nah dari pada berlama-lama, mari kita langsung saja ke acara intinya.

Pengertian Jaringan Xilem dan Floem

Jaringan Xilem (Jaringan Kayu)

fungsi jaringan xilemXilem adalah jaringan pengangkut pada tumbuhan yang memiliki fungsi sebagai pengangkut air dan mineral dan air dari akar menuju daun.

Jaringan xilem merupakan jaringan yang begitu kompleks dan terdiri dari berbagai macam sel.

Pada umumnya jaringan xilem ini terdiri dari sel mati dengan dinding yang tebal serta mengandung lignin.

Jaringan Floem (Pembuluh Tapis)

fungsi jaringan floemFloem adalah adalah suatu jaringan pengangkut pada tumbuhan yang memiliki fungsi untuk menyalurkan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tanaman.

Jaringan floem sendiri terdiri atas sel-sel hidup dan juga sel-sel mati.

Dari hasil fotosintesis ini memiliki kegunaan untuk proses keberlangsungan serta pertumbuhan pada tumbuhan.

Fungsi Xilem dan Floem

fungsi jaringan xilem dan floemFungsi xilem dan floem pada tumbuhan adalah jaringan yang memiliki fungsi sebagai pengangkut air dan unsur hara (mineral) yang berasal dari proses penyerapan yang dilakukan oleh akar.

Kesimpulannya xilem memiliki fungsi untuk mengankut air dan zat hara tanah dari akar ke daun, sedangkan floem untuk mengankut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh tumbuhan.

Bukan hanya itu, jaringan ini juga memiliki fungsi sebagai pengangkut dan juga menyalurkan fotosintat yang berasal dari daun menuju ke seluruh bagian tumbuhan untuk proses pertumbuhannya.

Fungsi Xilem dan Floem Pada Daun

  • Fungsi xilem (berfungsi untuk menyalurkan air dan mineral dari akar menuju daun)
  • Fungsi floem (berfungsi untuk mengankut hasil fotosintesis dari daun ke bagian lain tumbuhan)

Fungsi Xilem dan Floem Pada Batang

  • Fungsi xilem dan floem pada batang dikotil

Xilem : Mengangkut air dan zat hara dari akar ke batang.

Floem: Mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.

  • Fungsi xilem dan floem pada batang monokotil

Xilem : Mengangkut air dan zat hara dari akar ke batang.

Floem: Mengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh bagian tumbuhan.

Fungsi Xilem dan Floem Pada Akar

  • Fungsi xilem dan floem pada akar dikotil

Xilem: Yakni saluran untuk menyalurkan zat hara dari akar menuju daun

Floem: Yakni saluran untuk menyalurkan hasil fotosintesis menuju seluruh bagian tumbuhan termasuk akar

  • Fungsi xilem dan floem pada akar monokotil

Xilem: Memiliki fungsi untuk mengangkut air,garam,mineral dan zat hara dari akar melewati batang dan menuju ke daun.

Floem: Memiliki fungsi untuk mengangkut hasil fotosintesis dari daun menuju ke seluruh bagian tubuh tumbuhan.

Adapun beberapa fungsi dari jaringan palisade yakni: Ciri dan Fungsi Jaringan Palisade dan Spons Pada Tumbuhan

Struktur Xilem dan Floem Beserta Fungsinya

struktur jaringan xilem dan floem

Struktur dan Unsur-Unsur Xilem

  1. Trakea

Trakea adalah suatu komponen dari xilem yang terdiri atas tabung-tabung yang memiliki dinding tebal.

Tabung-tabung tersebut dilapisi dengan selulosa sekunder dan lignin sehingga memiliki tekstur yang keras dan kuat.

Umumya trakea terdapat hanya pada tumbuhan berbiji tertutup atau angiospermae. Sedangkan pada tumbuhan yang memiliki biji terbuka atau gymnospermae, tidak terdapat komponen ini kecuali pada gnetaceae (keluarga tanaman  malinjo).

  1. Trakeid

Trakeida adalah trakea yang memliki diameter lebih kecil jika dibandingkan dengan diameter trakea. Trakeida memiliki diameter rata-rata 30 mm lebih kecil dari pada trakea.

Meskipun dinding selnya juga tebal dan berkayu. namun trakeida terdapat pada semua tumbuhan berbiji (spermatophyta).

  1. Parenkim Xilem

Parenkim xilem adalah suatu jaringan yang terdiri dari sel-sel yang masih hidup. Pada parenkim xilem dapat ditemukan pada xilem primer dan xilem sekunder.

Sedangkan pada xilem sekunder dapat dijumpai dua macam parenkim, yakni parenkim kayu dan jari-jari empulur.

Parenkim kayu memiliki sel-sel yang dibentuk oleh sel pembentuk fusi unsur-unsur trakea yang kerap mengalami penebalan pada dindingnya.

Parenkim jari-jari empulur tesusun atas sel-sel yang umumnya mempunyai dua bentuk dasar, yakni yang memiliki sumbu panjang ke arah radial dan sel-sel bersumbu panjang ke arah vertikal.

Sel-sel parenkim xilem memiliki fungsi sebagai tempat cadangan makanan berupa zat tepung.

Umumnya zat tepung ini tertimbun sampai pada saat-saat pertumbuhan kemudian akan berkurang bersamaan dengan kegiatan kambium.

Struktur dan Unsur-Unsur Floem

  1. Sel Pengantar

Sel pengantar adalah sel penyusun floem yang berupa sel-sel hidup yang bersifat meristematik.

Komponen ini memiliki fungsi sebagai pembawa hormon-hormon penyembuh luka dan sebagai penyalur fotosintat bagi sel-sel tapis.

  1. Parenkim Floem

Parenkim floem adalah jaringan parenkim yang bertempat di jaringan pengangkut tapis.

Komponen penyusun ini memiliki fungsi sebagai tempat penyimpanan karbohidrat, tanin, resin, lemak dan zat orgnaik yang lainnya.

Jaringan ini memunyai dua sel yang memilki fungsi berbeda, yakni sebagai sel pengantar dan sel albumen.

  1. Sel Ambumin

Sel albumin adalah sel jari empelur yang kaya akan zat putih telur. Sel ini berupa sel mati yang mempunyai fungsi sebagai pelindung sel pengantar.

  1. Serat-Serat Floem

Serat-serat floem adalah suatu sel penyusun yang terdiri atas dua komponen floem, yakni komponen floem primer dan floem sekunder.

Biasanya serat floem primer berada di dalam organ-organ tumbuhan yang masih mengalami pertumbuhan memanjang. Sedangkan untuk serat-serat floem sekunder berada di dalam sel-sel kambium.

Ciri-Ciri Jaringan Xilem dan Floem

fungsi jaringan xilem dan floem

Ciri-Ciri Xilem

  • Tipe selnya trankeid.
  • Memiliki dinding sel yang tebal.
  • Memiliki kandungan lignin.
  • Tersusun atas berbagai macam sel.
  • Sel-sel penyusun telah mati.
  • Terdiri atas trakea, trakeid serabut xilem, parenkim kayu.

Ciri-Ciri Floem

  • Terdiri atas sel hidup dan mati.
  • Memiliki sel hidup dan tak berinti.
  • Memiliki dinding melintang serta berpori.
  • Tersusun atas sel tapis (sel mati), sel pengiring (sel hidup), parenkin,serabut, dan skelereid.
  • Diding terbuat dari lignin yang padat.

Perbedaan Fungsi Xilem dan Floem

perbedaan jaringan Jaringan Xilem (Jaringan Kayu)

  1. Terbuat dari sel-sel yang sudah mati.
  2. Memiliki dinding sel tipis.
  3. Memiliki dinding sel yang terbuat dari lignin (selulosa keras).
  4. Pada xilem memiliki permabilialitas dinding impermeabel.
  5. Tidak terdapat sitoplasma.
  6. Pada jaringan xilem alirannya mengarah ke atas.
  7. Disertai oleh jaringan serabut.

Jaringan Floem (Pembuluh Tapis)

  1. Jaringan floem terbentuk dari sel hidup.
  2. Memiliki dinding yang tebal.
  3. Pada dinding sel terbuat dari selulosa.
  4. Permeabilitas diding sel floem adalah permeabel.
  5. Pada floem terdapat sitoplasma.
  6. Pada jaringan floem arah alirannya ke bawah.
  7. Jaringan yang menyertai floem adalah jaringan sel pengiring.

Tipe Dasar Jaringan Xilem dan Floem

tipe dasar

Kolateral

Kita bisa membedakan 2 tipe berkas jaringan pengangkut pada tumbuhan. Kedua tipe ini disebut dengan kolateral.

Kolateral terjadi pada berkas jaringan pengangkut yang bseperti diamana letak xilem dan floem berdampingan.

Floem sendiri berada pada bagian luar. Tipe kolateral ini terbagi lagi menjadi tiga tpe, yakni:

  1. Kolateral Terbuka

Untuk tipe ini pada xilem dan floem memiliki kambium, misalnya pada tumbuhan dikotil dan gymnospermae. Kolateral terbuka ini, kambium adalah penghubung antara xilem dan floem.

Berdasarkan letaknya, kambium dapat dibedakan menjadi dua, yakni kambium fasikuler dan kambium interfasikuler.

  1. Kolateral Tertutup

Tipe kolateral ini akan terbentuk jika antara xilem dan floem tidak ada kambium, akan tetapi terdapat parenkim.

Berkas pengangkut pada tipe kolateral tertutup ini biasanya terkadang dikelilingi oleh jaringan sklarenkim.

  1. Bikolateral

Apabila pada xilem terdapat sekitar dua xilem dan floem, maka disebut dengan bikolateral.

Antara floem bagian luar dan juga xilem terdapat kambium, sedangkan antara xilem dan floem bagian dalam tidak terdapat kambium. Contohnya terdapat pada tumbuhan solanaceae.

Konsentris

Konsentris adalah jaringan pengangkut yang berada di tengah-tengah, sedangkan pada unsur jaringan pengangkut lainnya mengelilingi unsur yang berada di tengah itu.

Pada tipe konsentris ini letak xilem dikelilingi oleh floem ataupun sebaliknya. Tipe konsentris ini dibedakan menjadi dua, yakni:

  1. Konsentris Amphikibral

Letak xilem pada tipe ini berada di tengah-tengah serta floem mengelilingi xilem. Biasanya dapat ditemukan pada tumbuhan yang bergolongan paku-pakuan.

  1. Konsentris Amphivasal

Letak floem pada tipe ini berada ditengah-tengah, sedangkan xilem mengelilingi floem. Contohnya pada tumbuhan cirdyline sp. dan rizoma acorus calamus.

Radial

Terkahir yakni tipe radial, yakni terjadi apabila xilem dan floem bergantian seperti halnya arah jari-jari lingkarannya.

Contohnya terdapat pada akar primer tumbuhan dikotil dan akar tumbuhan monokotil.

_

Nah sampai disini dulu pembahasan kali ini mengenai pembahasan tentang fungsi jaringan xilem dan floem. Semoga apa yang di sampaikan penulis kali ini dapat membantu serta dapat dijadikan referensi kita kedepanya.

Sekian Terima Kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *