Jaringan Pada Tumbuhan dan Fungsinya

11 min read

jaringan pada tumbuhan

Hai sobat seperjuangan! Kali ini kita akan membahas mengenai jaringan pada tumbuhan, hal ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya yakni daur hidup tumbuhan.

Apa itu jaringan tumbuhan?

Mungkin bagi kita para pelajar yang baru menginjak kelas XI kita akan di sajikan materi berikut ini bukan.

Nah untuk itulah penulis hadir dan menjelaskan tentang sesuatu yang kalian cari kali ini.

Mari kita langsung menuju pembahasan intinya.

Daftar Isi

Pengertian Jaringan Pada Tumbuhan

jaringan pada tumbuhan Pengertian jaringan sendiri adalah kumpulan dari beberapa sel yang sama, dalam hal ini sel yang dimaksud akan saling bekerja sama dengan tujuan tertentu.

Jaringan pada tumbuhan adalah sel-sel yang memiliki tujuan yang sama untuk membentuk suatu energi pada tumbuhan.

Lain halnya dengan jaringan pada hewan, jaringan tumbuhan terdiri atas sel-sel meristem, yakni suatu analog dari sel-sel puncak (sistem cells) hewan.

Pada suatu jaringan, memiliki serta mempunyai tugas pada tiap-tiap jaringan bersamaan dengan bagian sel-sel tumbuhan yang dimaksud.

Pada organisme bertalus, seperti halnya ganggang (alga) serta jamur (fungi), tidak terdapat  perbedaan jaringan, meskipun sel tersebut dapat membentuk struktur-struktur khas mirip dengan organ, seperti tubuh buah dan sporofor.

Pada tumbuhan lumut jaringannya akan berbeda, tumbuhan lumut dapat dibilang telah mempunyai jaringan, akan tetapi lumut belum mempunyai jaringan pembuluh yang jelas.

Pada jaringan dewasa terdapat terdapat macam-macam jaringan tumbuhan yang tersusun atas organ tumbuhan tingkat tinggi, diantaranya sebagai berikut:

  1. Jaringan pelindung (Epidermis)
  2. Jaringan dasar (Parenkin)
  3. Jaringan penguat (Penyokong)
  4. Jaringan pengangkut (Vaskuler)
  5. Jaringan Sekretoris

Gambar Jaringan Tumbuahan

Pengertian Jaringan Menurut Para Ahli

pengertian jaringan menurut ahliMenurut Nurhayati

Jaringan tumbuhan adalah jaringan yang tersusun atas sel-sel yang memiliki kemampuan titopotensial yang berbeda dengan jaringan hewan, Jaringan tumbuhan ini memiliki kemampuan, yakni apabila organisme tumbuhan ini dapat memperbanyak diri dengan negatif mengikat kemampuan tubuh tumbuhan terdiri dari sel-sel.

Menurut Avivi

Jaringan tumbuhan adalah suatu sistem jaringan dasar mensintesis senyawa organik yang mendukung pabrik dan menyediakan penyimoanan untuk tanaman hal ini beberapa kolenkim dan sel sklerenkim.

Menurut Soerdikoesomo

Jaringan tumbuhan adalah kumpulan sel tumbuhan yang memiliki bentuk, asal, fungsi dan struktur yang sama. Jaringan pada tumbuhan ini terdiri dari jaringan muda (meristem) dan jaringan dewasa.

Struktur dan Fungsi Jaringan Pada Tumbuhan

struktur jaringan pada tumbuhan Struktur jaringan pada tumbuhan yakni tumbuh atas dua macam jaringan, yakni jaringan meristem dan jaringan dewas.

Nah berikut ini adalah merupakan struktur dari jaringan pada tumbuhan yang tersusun atas beberapa, diantaranya yaitu:

Jaringan Meristem Tumbuhan (Jaringan Embrionik)

jaringan meristem tumbuhan Jaringan meristem adalah jaringan yang tersusun dari sel-sel yang sifatnya selalu membelah.

Jaringan meristem ini berfungsi untuk melakukan pembelahan sel tubuh pada suatu tumbuhan yang didapati dua titik tumbuh, yakni titik tumbuh akar dan titik tumbuh batang.

Pada kedua titik tumbuh tersebut dapat dikatakan pada sel-sel yang aktif membelah dan sifatnya meristematis. Jaringan ini terdapat pada embrio diujung akar, ujang batang dan kambium.

Sifat Jaringan Meristem

  • Terdiri atas sel-sel muda dalam fase pembelahan dan juga pertumbuhan.
  • Biasanya di antara sel-sel meristem tidak ditemukan adanya ruang antarsel.
  • Sel-selnya memiliki bentuk yang mirip seperti bulatan, lonjong, atau poligonal dengan dinding sel yang tipis.
  • Masing-masing selnya mengandung banyak sitoplasma serta mengandung satu atau lebih inti sel.
  • Vakuola sel sangat kecil atau bahkan tidak ada.

Fungsi Jaringan Meristem

  • Jaringan yang menyokong pertumbuhan ke arah atas (meninggi) pada batang dan memanjang pada akar.
  • Jaringan yang menyokong pertumbuhan ke arah samping pada diameter batang
  • Jaringan yang menyokong pertumbuhan organ perantara tanaman
  • Meristel Primer: Mengakibatkan batang dan akar menjadi panjang
  • Meristel Sekunder: Mengakibatkan tubuh tumbuhan menjadi lebih besar
  • Meristel Lateral: Ruas menjadi panjang
  • Meristel Interkalar: Diameter batang meningkat
  • Meristel Apikal: Memperpanjang ujung

Jenis dan Macam-Macam Jaringan Meristem

1. Jenis Jaringan Menurut Asalnya

Jenis jaringan meristem menurut asalnya terbagi menjadi dua macam yakni meristem primer dan meristem sekunder:

Meristem Primer

Jaringan maristem primer adalah jaringan yang berasal dari sel intial yang disebut sebagai promeristem, berdasarkan teori yang dikemukakan oleh Haberlandr, sel tersebut akan berkembang menjadi protoderm, prokambium, dan merisrem dasar.

Protoderm akan mengalami proses perubahan menjadi sebuah jaringan epidermis.

Kemudian selanjutnya prokambium akan berubah kembali menjadi sistem jaringan pengangkut, sedangkan meristem dasar akan tumbuh menjadi parenkim (jaringan dasar).

Pada hanstein membagi ujung akar menjadi tiga daerah, yakni:

  • Dermatogen, yang akan berkembang menjadi epidermis
  • Periblem, yang akan tumbuh berkembang menjadi korteks
  • Plerom, yang akan berkembang menjadi stele.

Sedangkan, Schmidt akan membagi ujung batang menjadi dua bagian yakni korpus dan tunika. Korpus adalah bagian pusat dan titik tumbuh. Daerah ini memiliki area yang luas serta ukuran selnya yang relatif besar.

Sel-sel daerah korpus tersebut akan membelah secara tidak beraturan. Sementara, tunika adalah bagian paling luar dan titik tumbuh, terdiri dari satu atau beberapa lapisan sel.

Dengan sel-sel yang ukurannya relatif lebih kecil serta tunika juga mengalami pembelahan ke samping (ke arah lateral).

Meristem Sekunder

Jaringan Meristem sekunder adalah jaringan tumbuhan yang berasal dari sel-sel dewasa yang kemudian berubah menjadi meristematik.

Sel-sel meristem sekunder tumbuhan memiliki bentuk yang pipih/prisma dimana di bagian tengahnya terdapat vakuola yang ukurannya besar.

Contohnya ada pada kambium dan kambium gabus.

Kambium dapat kita jumpai pada batang danjuga akar dari tumbuhan bergolongan Dicotyledoneae dan Gymnospemae dan juga beberapa tumbuhan dari golongan Monocotyledonae (Agave, Aloe, Jucca dan Draceana).

Dilain itu juga, kambium gabus ini  terletak pada kulit batang tumbuhan serta bisa membentuk jaringan gabus yang sukar atau pun tidak bisa dilalui air. Umumnya sel-sel gabus mempunyai sifat mati.

Promeristem adalah jaringan meristem yang sudah ada ketika tumbuhan masih dalam tingkatkan embrio.

Contohnya dapat kalian jumpai pada lembaga biji tumbuhan.

2. Jenis Jaringan Menurur Letaknya

Menurut letaknya, jaringan meristem dibagi menjadi tiga macam, yaitu meristem Apikal, Meristem Interkalar dan Meristem Lateral.

Meristem Apikal

Meristem apikal atau sering juga disebut meristem ujung adalah jaringan meristem yang terletak di bagian ujung akar dan bagian batang tumbuhan.

Meristem ini adalah suatu pertumbuhan primer dengan bertambah panjangnya akar dan batang tumbuhan.Jaringan yang terbuat dari meristem apikal disebtu jaringan primer.

Pada saat proses pemanjangan meristem apikal, pada waktu itu juga akan didapatkan tunas apikal (tunas ujung) yang akan menjadi cabang samping, daun, dan bunga.

Meristem Lateral

Meristem lateral atau sering juga disebut dengan meristem samping adalah jaringan  yang letaknya sejajar dengan lingkaran organ tempat dijumpainya meristem lateral ini sebagai penghasil pertumbuhan sekunder.

Pertumbuhan meristem sekunder adalah suatu proses menebal atau membesar di akar dan batang tumbuhan.

Pada meristem llateral menjadikan organ semakin melebar ke arah samping (lateral).

Contoh meristem lateral yakni kambium dan kambium gabus (felogen).

Kambium gabus merupakan penghasil lapisan pelindung yang disebut lapisan periderm (gabus).

Pada bagian kambium jika mengarah keluar sehingga terbentuk floem dan mengarah kedalam membentuk xilem.

Sedangkan pada kambium gabus jika mengarah ke luar membentuk felem dan mengarah kedalam membentuk feloderm.

Meristem Intekalar

Meristem interkalar atau disebut juga dengan meristem antara adalah jaringan yang adanya di antara ruas-ruas batang atau di antara jaringan dewasa.

Jaringan yang terbentuk yakni merupakan jaringan primer. Pertumbuhan pada meristem ini menghasilkan pertambahan panjang antar ruas-ruas batang. Meristem interkalar mengakibatkan bunga menjadi tumbuh.

Umumnya meristem interkalar merupakan meristem apikal yang tertinggal ketika meristem tersebut mengalami pertumbuhan.

Ciri-Ciri Jaringan Meristem Pada Tumbuhan

  • Aktif membelah dan juga belum mengalami proses diferensiasi.
  • Berukuran lebih kecil dan dindinya tipis.
  • Nukleus dan juga vakuola berukuran kecil, serta mengandung banyak sitoplasma.
  • Memiliki bentuk kuboid atau prismatik.

Jaringan Dewasa Pada Tumbuhan (Jaringan Permanen)

jaringan dewasa pada tumbuhanJaringan dewasa adalah jaringan yang tidak lagi aktif. Dalam hal ini jaringan ini mengalami diferensi.

Jaringan dewasa terbentuk dari proses diferensiasi sel-sel meristem, baik meristem primer maupun meristem sekunder.

Jaringan dewasa sendiri terbagi menjadi beberapa bagian, yakni jaringan parenkim, jaringan epidermis, jaringan penyokong (terdiri atas jaringan kolenkim dan jaringan sklerenkim), dan jaringan pengangkut (terdiri atas xilem dan floem).

Sifat Jaringan Tumbuhan Dewasa

  • Tidak ada aktivitas membelah diri
  • Mempunyai ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan sel-sel meristem.
  • Memiliki vakuola yang berukuran besar sehingga plasma sel sedikit dan selaputnya menempel pada dinding sel.
  • Tak jarang selnya telah mati.
  • Selnya sudah mengalami penebalan dinding sesuai dengan fungsinya.
  • Terdapat ruang antar sel diantara sel-selnya.

Ciri-Ciri Jaringan Dewasa

  • Mempunyai seperti tidak adanya kegiatan pembelahan sel.
  • Ukuran selnya lebih besar dari sel meristematik.
  • Kadang selnya sudah mati.
  • Ada ruang antar sel.
  • Dinding sel mengalami penebalan sesuai dengan fungsinya.
  • Sitoplasma dan vakuolanya besar.

Fungsi Jaringan Dewasa

  • Pelindung bagian jaringan dalam tubuh tumbuhan.
  • Penyerap air dan mineral.
  • Menykeresi lapisan lilin atau kutikula.

Macam-Macam Jaringan Dewasa

1. Jaringan Parenkim

Jaringan dasar atau disebut juga dengan jaringan parenkim merupakan jaringan dasar yang terdapat disetiap tumbuhan. Parenkim ini terletak di akar, batang, daun dan xylem floem.

Ketika organ di dalam tumbuhan mengalami kerusakan, maka jaringan yang rusak tersebut akan diganti dengan jaringan yang baru.

Pada umumnya, jaringan parenkim ini memiliki peran dalam fotosintesis, sekresi, respirasi dan juga dalam penyimpanan cadangan makanan dan air.

2. Jaringan Sklerenkim

Jaringan sklerenkim berfungsi sebagai penopang organ-organ yang tua, berdasarkan bentuknya, jaringan ini terbagi menjadi dua macam yakni fiber dan sklereid.

Fiber mempunyai bentuk menyerupai pita panjang yang kuat sehingga dapat kita manfaatkan sebagai tali.

Sementara jaringan sklereid memiliki bentuk yang tidak beraturan, kalian dapat menjumpai jaringan skelereid pada kulit yang melindungi biji.

3. Jaringan Kolenkim

Jaringan penguat atau disebut juga jaringan kolenkim adalah jaringan yang berasal dari bagian sudut dinding sel dan selusonya akan menebal.

Jaringan ini tidak memiliki  protoplas serta dinding sekunder, namun dinding primernya mengalami penebalan.

Jaringan kolenkim juga memiliki dinding sel primer yang tidak berlignin, sehingga jaringan ini diunggulkan untuk menjadi penopang bagi organ muda.

4. Jaringan Xilem

Xilem adalah jaringan pengangkut tumbuhan kompleks yang tersusun atas berbagai macam dari bentuk sel.

Umumnya sel-sel penyusun xilem sudah mati, serta memiliki dinding yang tebal tersusun dari lapisan zat lignin sehingga xilem berfungsi juga sebagai jaringan penguat.

Adapun unsur-unsur xilem terdiri dari atas unsur trakeal, serat xilem, serta parenkim xilem.

5. Jaringan Floem

Floem merupakan jaringan pengangkut yang ada pada tumbuhan yang dimana berfungsi sebagai pengangkut serta pengedar zat-zat makanan dari hasil fotosintesis dari daun ke bagian tubuh tumbuhan yang lain.

Floem sendiri terdiri atas berbagai macam bentuk sel-sel yang memiliki sifat hidup dan juga mati.

Adapun unsur-unsur floem sendiri terdiri atas unsur tapis, sel albumin, parenkim floem, sel pengiring serta serat-serat floem.

Nah untuk memperjelas dan supaya pembasan tentang xilem dan floem lebih lengkap silhakan klik artikel lainnya: Jaringan Xilem dan Floem

Jaringan Dasar Tumbuhan (Jaringan Parenkim)

jaringan dasar pada tumbuahan Jaringan parenkin dasar adalah jaringan yang terlatak diseluruh organ tumbuhan.

Jaringan parenkim ini terbentuk atas susunan sel-sel yang hidup dengan struktur morfologis dan siologis yang beragam.

Jaringan ini juga bisa dikatakan sebagai jaringan dasar karena mempunyai peranan sebagai penyusun sebagian besar jaringan pada akar, batang, daun, buah, dan biji.

Sifat Jaringan Dasar

  • Bisa bersifat meristematik.
  • Selnya hidup dan berdinding tipis serta berukuran besar.
  • Mempunyai banyak vakuola.
  • Terdapat ruang antar sel sehingga letaknya tidak terlalu padat.

Ciri-Ciri Jaringan Dasar

  • Terdiri atas sel-sel yang berukuran besar dan berdinding tipis.
  • Memiliki bentuk sel segi enam.
  • Letak inti sel mendekati dasar sel.
  • Mempunyai banyak vakuola.
  • Dapat bersifat embrional dan meristematik.
  • Mempunyai ruang antarsel.

Fungsi Jaringan Dasar

  • Sebagai tempat penyimpanan cadangan makanan.
  • Tempat berlangsungnya fotosintesis.
  • Sebagai jaringan penyokong.

Macam-Macam Jaringan Dasar

Berdasarkan Fungsinya

  • Parenkim asimilasi (klorenkim)
  • Parenkim air
  • Parenkim penimbun
  • Parenkim udara (Aerenkim)
  • Parenkim pengangkut

Beradasarkan Bentuknya

  • Parenkim palisade
  • Parenkim bungan karang
  • Parenkim bintang
  • Parenkim lipatan

Jaringan Penyokong (Jaringan Parenkim)

jaringan penyokong tumbuhan Jaringan penyokong atau sering disebut juga jaringan penguat adalah jaringan yang memberikan suatu kekuatan bagi tumbuhan sehingga mampu berdiri tegak seperti halnya yang dapat kita lihat biasanya.

Jaringan penyokong ini memiliki fungsi utama untuk memperkokoh tumbuhan.

Jaringan ini juga memiliki ciri utama yakni memiliki dinding yang tebal serta akan berhenti melakukan pembelahan ketika sudah mencapai usia dewasa. Ada dua jenis jaringan penyokong yaitu sebagai berikut

Ciri-Ciri Jaringan Penyokong

  • berukuran besar.
  • sel berbentuk segi enam.
  • banyak memiliki ruang antar sel.
  • dinding sel tipis.
  • banyak memiliki vakuola.
  • masih dapat membelah.

Fungsi Jaringan Penyokong

  • Berfungsi untuk menunjang & memperkokoh bentuk tumbuhan.
  • Berfungsi untuk melindungi berkas pengangkut.
  • Berfungsi untuk memperkuat jaringan parenkim.

Jaringan Pengangkut Pada Tumbuhan

jaringan pengangkutJaringan pengangkut pada tumbuhan dapat digolongkan menjadi dua golongan yakni floem dan xilem.

Floem terusun dari buluh tapisan, sel penggiring dan juga parenkim floem. Sementara, untuk jaringan pengangkut jenis xilem yakni trakea dan trakeida serta serabut dan juga parenkim xilem.

Xilem mempunyai peran dalam mengangkut mineral dan air dari akar hingga menuju daun.

Sedangkan Floem berperan dalam proses pengangkutan hasil fotosintesis dari daun dan diedarkan keseluruh tubuh tumbuhan seperti batang, akar dan umbi.

Unsur-Unsur jaringan pengangkut

Unsur Trakeal

Unsur trakeal adalah unsur yang memiliki fungsi untuk mengangkut air lengkap dengan zat terlarut di dalamnya, dengan sel-sel yang memiliki bentuk memanjang, tidak mengandung protoplas atau bersifat mati, dinding sel berlignin, dan mempunyai macam-macam noktah.

Unsur trakeal sendiri juga memiliki dua macam sel yang meliputinya yakni trakea dan trakeida.

Trakea (pembuluh kayu) adalah suatu unsur yang tersusun dari sel yang memanjang dan berderet dengan ujungnya serta memiliki lubang serta bersambungan pada ujung dan pangkalnya.

Sedangkan trakeida adalah suatu unsur yang tersusun atas sel yang panjang dengan ujung yang runcing dan tidak mempunyai lubang sehingga pengangkutan melalui pasangan noktah pada dua ujung trakeida yang saling menimpa.

Lubang Perforasi

Lubang perforasi adalah salah satu bagian dari trakea yang terdapat lubang di dalamnya.

Umumnya pada tumbuhan yang daoat kita kenali menjadi tiga macam lempeng perforasi, yakni lempeng perforasi sederhana dengan satu lubang yang dimana memenuhi seluruh dinding ujung sel yang ditempati.

Lempeng perforasi skalariform dengan lubangnya yang pipih serta sejajar hingga mirip dengan bentuk tangga tangga, dan lempeng perforasi jala dengan jalinan lubang yang membentuk jala.

Ciri-Ciri Jaringan Pengangkut Pada Tumbuhan

  • Mempunyai ukuran sel yang kecil.
  • Terdiri dari sel-sel muda dalam tahap pembelahan & pertumbuhan.
  • Memiliki Sel yang berdinding tipis.
  • Memiliki nukleus yang relatif besar.
  • Vakuola berukuran kecil.
  • Banyak nya mengandung sitoplasma.
  • Selnya yang berbentuk kubus.

Fungsi Jaringan Pengangkut

  • Berfungsi untuk mengankut zat-zat mineral.
  • Berfungsi sebagai pengankut zat-zat hasil fotosintesis.

Macam-Macam Jaringan Pengangkut

  1. Xilem
  2. Floem

Nah bagi kalian yang ingin mengetahui tentang jaringan xilem dan floem silahkan klik link yang terkait berikut ini: Jaringan Xilem dan Floem

Jaringan Penguat (Mekanik)

jairngan penguatJaringan penguat atau disebut juga sebagai mekanik berfungsi untuk memberikan kekuatan bagi tubuh tumbuhan sehingga mampu berdiri tegak.

Pada jaringan penguat tumbuhan ini terbagi menjadi dua macam jaringan yakni berdasarkan sifat serta bentuknya, seperti kolenkim dan jaringan sklerenkim. Untuk lebih jelasnya simak ulasan di bawah.

Sifat Jaringan Penguat

Yakni berfungsi untuk menguatkan dan penguat terutama pada organ-organ tumbuhan yang masih aktif dan mengadakan pertumbuhan serta perkembangan.

Ciri-Ciri Jaringan Penguat

  • Memiliki bentuk memanjang sejajar dengan pusat organ tempat kolenkim itu berada.
  • Dinding sel kolenkim tidak berlignin, akan tetapi mengandung selulosa, pektin dan hemiselulosa.
  • Beberapa sel kolenkim berkloroplas sehingga bisa memiliki fungsi untuk menunjang fotosintesis.

Macam-Macam Jaringan Penguat

Jaringan Kolenkim

Jaringan  kolenkim tumbuhan dapat kita jumpai pada batang, daun, bunga dan juga buah. Jaringan tumbuhan ini bisa juga kalian temukan pada bagian akar yang terkena matahari.

Jaringan kolenkim yang terdapat pada tubuh tumbuhan monokotil (monocotyledoneae) tidak bisa kiita jumpai apabila sudag mengalami pembentukan sklerenkim sejak tumbuhan masih muda.

Jaringan ini juga terbagi atas empat  menurut penebalan dinding selnya yakni:

  • Kolenkim anguler
  • Kolenkim lameler
  • Kolenkim tubular
  • Kolenkim tipe cincin
Jaringan Skelerenkim

Sklerenkim adalah jaringan penguat tumbuhan yang memiliki dinding sekunder tebal, serta jaringan ini juga mengandung zat lignin. Jaringan sklerenkim pada tumbuhan mempunyai sel-sel yang bertekstur kenyal dan tidak mengandung protoplas.

Kesimpulannya, jaringan sklerenkim terdiri atas sel-sel yang telah mati namun memiliki dinding sel yang tebal.

Sehingga, hal tersebut memudahkan kita dalam menemukan jaringan sklerenkim yaitu  pada bagian tumbuhan yang sudah  tidak lagi mengadakan pertumbuhan dan perkembangan.

Jaringan sklerenkim dapat kita kenali serta kita bagi atas dua macam yakni serabut dan sklereid (sel sel batu).

Jaringan Gabus (Peridem)

jaringan gabusJaringan gabus adalah  jaringan yang tersusun dari sel-sel gabus yang memiliki bentuk memanjang.

Fungsi utama jaringan gabus yakni sebagai pelindung jaringan lain agar tidak kehilangan air dengan sifat kedap airnya. Jaringan ini terdapat di permukaan luar batang.

Jaringan gabus sendiri merupakan suatu sel pengganti epidemis yang sudah mati. Pada jaringan gabus/peridem ini memiliki kandungan zat suberin/zat gabus. yang berfungsi sebagai pelindung dan jalur transportasi air.

Sifat Jaringan Gabus

  • Pada sel-sel gabus yang bersifat kedap air.
  • Bersifat rapat susunan selnya.

Ciri-Ciri Jaringan Gabus

  • Yang tersusun dari sel-sel parenkim gabus
  • Merupakan sel mati dan kosong
  • Yang bentuknya memanjang & berdinding gabus

Fungsi Jaringan Gabus

  • Untuk melindungi jaringan lain agar tidak kehilangan banyak air.
  • Jaringan gabus dibentuk oleh kambium gabus atau felogen
  • Pembentukan jaringan gabus ke arah dalam berupa sel-sel hidup yang disebut feloderm
  • Ke arah luar berupa sel-sel mati yang disebut felem

Macam-Macam Jaringan Gabus

  • Felem (jaringan gabus yang terbentuk dari kambium gabus yang berarah luar dan sel-sel matinya)
  • Feloderm (jaringan gabus yang dibentuk kambium gabus ke arah dalam dan sel-selnya hidup yang menyerupai parenkim)

Jaringan Pelindung Pada Tumbuhan (Epidermis)

jaringan pelindung jaringan epidermis adalah suatu jaringan pada tumbuhan yang berupa lapisan sel terletak pada bagian luar.

Umumnya jaringan ini kita temukan pada permukaan organ-organ tumbuhan primer seperti akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji.

Maka dapat disimpulkan bahwa jaringan ini memiliki fungsi sebagai pelindung bagian dalam tumbuhan dari segala pengaruh luar yang dapat berpotensi merusak pertumbuhan dari tumbuhan itu sendiri.

Epidermis yang ada pada tumbuhan umumnya terdiri dari satu lapis sel yang tersusun rapat, namun pada beberapa jenis tumbuhan juga ada yang terdiri atas beberapa lapis sel.

Hal ini disebabkan karena sel protoderm membelah berkali-kali secara periklinal (sejajar permukaan) dan membuat jaringan epidermis akan mempunyai banyak lapisan.

Contoh kejadian ini ada pada sel-sel epidermis velamen pada akar anggrek.

Sel-sel epidermis memiliki berbagai macam bentuk yang bervariasi, seperti halnya epidermis yang memiliki bentuk seperti tubular serta dapat kita jumpai pada helayan daun dikotil dan berbentuk memanjang dijumpai pada helaian daun monokotil.

Sedangkan helaian daun Aloe cristata sel epidermis berbentuk heksagonal.

Ciri-Ciri Jaringan Epidermis

  • Tersusunatas sel-sel yang masih hidup
  • Memiliki bentuk persegi panjang
  • Sel-selnya rapat dan tidak mempunyai ruang antarsel
  • Tidak mempunyai klorofil
  • Dinding sel epidermis pada bagian dalam mengalami penebalan,sedangkan dinding sel pada bagian da;am tetap tipis.
  • Mengalami modifikasi sehingga menjadi stomata, trikomata, spina, velamen, sel kipas, dan juga sel kersik.

Jaringan Idioblas Tumbuhan

jaringan ideoblasIdioblas adalah suatu jaringan yang berada dalam tubuh tumbuhan yang tersusun atas sel-sel yang mempunyai fungsi berbeda dengan sel yang ada disekitarnya. Jaringan idioblas dapat berbentuk seperti halnya kelenjar ataupun berupa alat sekresi dalam jaringan makanan.

Kelenjar

Kelenjar merupakan jaringan yang tersusun dari sekumpulan sel-sel yang mampu menghasilkan suatu zat.

Kemudian zat ini dikeluarkan oleh sel penghasilnya. Sel kelenjarer dapat kita klasifikasian menjadi dua macam  pada tumbuhan yaitu kelenjar epitel dan kelenjar epitel.

Kelenjar epitel adalah kelenjar yang mempunyai unsur sel-sel yang hidup secara berdampingan antara satu dengan yang lainnya sehingga menghasilkan suatu lapisan sel.

Kelenjar rambut adalah kumpulan sel yang dapat menghasilkan zat yang bisa kita jumpai pada permukaan epidermis tumbuhan.

Kelenjar ini juga sering dinamakan sebagai koleter serta mampu menghasilkan zat yang dinamakan dengan blastokola.

Salah satu contoh kelenjarnya yaitu nektaria yang dapat kita jumpai pada bunga yang telah menghasilkan nektar dimana nektar ini fungsinya untuk menarik serangga dalam proses penyerbukan.

Pelajari juga mengenai artikel terkait seperti Klasifikasi Makhluk Hidup yang tentunya lengkap dari tujuan, manfaat hingga tingkatannya secara lengkap denga pembahasan yang menarik!

Alat sekresi

Alat sekresi merupakan sel atau sekumpulan sel yang mempunyai fungsi untuk menghasilkan zat zat tertentu, namun, zat tersebut tidak dikeluarkan oleh sel-sel yang telah menghasilkan zat tersebut.

Kita dapat menemukan bermacam jenis jaringan tersebut pada berbsgai jenis tumbuhan misalnya saluran getah, sel-sel resin serta minyak, sel-sel lendir, kumpulan sel mirosin, dan juga sel-sel penyamak.

Saluran getah merupakan sekumpulan sel yang memiliki isi cairan berwarna putih yang juga disebut dengan lateks.

Terdapat dua macam saluran getah yang umumnya kita jumpai yakni buluh getah dan sel getah.

Kita dapat menemukan saluran getah tipe buluh getah pada beberapa jenis tumbuhan seperti:

  • Compositae
  • Campanulaceae
  • Papilionaceae
  • Caricaceae
  • Euphobiaceae
  • Convolvulaceae
  • Labiateae
  • Musaceae

Sel getah juga bisa kita jumpai pada tumbuhan Apocynaceae, Urticulaceae, Moraceae serta Euphorbiaceae.

_

Nah sampai disini dulu ulasan kita mengenai jaringan pada tumbuhan yang dapat Jendralgaram.com tuliskan. Semoga apa yang disampaikan penulis kali ini dapat kita jadikan sebagai pedoman dan juga referensi kedepannya.

Sekian Terima Kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *