Mengenal Struktur, Ciri, Unsur dan Jenis-Jenis Cerpen

4 min read

jenis jenis cerpen

Jenis-jenis cerpen – Mungkin sebagian dari kita sudah mengetahui apa itu cerpen, terutama bagi para remaja serta kalangan pelajar maupun mahasiswa.

Namun tidak dengan jenis cerpen bukan?

Bukan bermaksud meremehkan, hanya saja sebagian hanya tau arti cerpen itu saja, namun tidak dengan jenis, ciri, serta struktarnya bukan.

Nah untuk kalian yang belum paham, kali ini penulis akan menjelaskan serta memaparkan tentang jenis, ciri, struktur dan jugah contoh cerpen.

Sebelumnya mari kita bahas sedikit mengenai arti kata cerpen sendiri YA?

Apa Itu Cerpen?

jenis jenis cerpen
unsplash.com

Cerpen atau cerita pendek merupakan sebuah bentuk prosa naratif fiktif, dan menceritakan kisah secara singkat serta langsung pada tujuannya.

Setiap cerpen biasanya mengandung tidak lebih dari 10.000f kata atau kurang dari 10 halaman. Cerpen cenderung lebih kurang kompleks jika jika dibandingkan dengan novel.

Dalam cerpen biasanya memusatkan perhatian pada satu kejadian dan biasanya hanya memiliki satu plot, setting, tokoh yang terbatas, serta jangka waktu yang singkat.

Baca juga: Pengertian, Unsur, Ciri, dan Jenis-Jenis Puisi

Pengertian Cerpen Menurut Para Ahli

cepen
doc.pribadi
  1. Menurut KBBI

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia atau KBBI, cerpen berasal dari dua kata yaitu cerita yang mengandung arti tuturan mengenai bagaimana sesuatu hal terjadi dan relatif pendek.

Berarti kisah yang diceritakan pendek atau tidak lebih dari 10.000 kata, serta memberikan sebuah kesan dominan serta memusatkan hanya pada satu tokoh saja dalam cerita pendek tersebut.

  1. Menurut Sumardjo dan Saini

Menurut mereka Cerpen merupakan cerita fiktif atau tidak benar-benar terjadi, akan tetapi bisa saja terjadi kapanpun serta dimanapun yang mana ceritanya relatif pendek dan singkat.

  1. Nugroho Notosusanto

Sedangkan menurut Nugroho, cerpen ialah sebuah cerita yang panjang ceritanya yakni sekitar 5000 kata atau hanya 17 halaman kuarto dengan spasi rangkap serta terpusat pada dirinya sendiri.

  1. Hendy

Menurut Hendy, Cerpen ialah suatu karangan yang berkisah pendek serta mengandung kisahan tunggal.

Ciri-Ciri Cerpen

ciri ciri cerpen
unplash.com
  • Jumlah kata kurang dari 10.000 kata.
  • Ceritanya lebih singkat jika dibandingkan dengan novel.
  • Berisikan tentang cerita sehari-hari.
  • Penokhannya sederhana.
  • Hanya memiliki satu alur.
  • Bersifat fiktif.
  • Menggunakan kata yang mudah dipahami.
  • Memiliki alur tunggal dan lurus.

Jenis-Jenis Cerpen

Jenis Cerpen Berdasarkan Jumlah Katanya

jenis jenis cerpen
unplash.com
  1. Cerpen Mini/Flash

Merupakan jenis cerpen yang penggunaan jumlah katanya antara 750 hingga 1.000 kata.

  1. Cerpen Ideal

Merupakan jenis cerpen yang penggunaan jumlah katanya antara 3.000 hingga 4.000 kata.

  1. Cerpen Panjang

Merupakan jenis cerpen yang penggunaan jumlah katanya antara 4.000 hingga 10.000 kata.

Jenis Cerpen Berdasarkan Teknik Pengarangnya

jenis jenis cerpen
unsplash.com
  1. Cerpen Sempurna (Well Made Short-Story)

Cerpen sempurna merupakan teknik penulisan cerpen oleh pengarang dimana cerpen yang ditulis hanya terfokus pada satu tema, dan memiliki plot yang sangat jelas, serta penyelesaian atau endingnya mudah dimengerti dan dipahami.

Jenis cepen ini pada umumnya bersifat konvensional dan berdasar pada realitas atau fakta.

  1. Cerpen Tak Utuh (Slice Of Life Short-Story)

Cerpen tak utuh merupakan teknik penulisan cerpen, dimana pengarang menulis cerpen dengan tidak terfokus pada satu tema atau berpencar, susunan plot atau alurnya tidak tertata, serta endingnya mengambang.

Jenis cerpen ini pada umumnya bersifat kontemporer dan ceritanya ditulis berdasarkan gagasan atau ide yang asli/orisinil.

Unsur-Unsur Cerpen

Unsur Intrinsik

unsur instrinsik cerpen
unsplash.com

Unsur instrinsik adalah suatu unsur dari dalam, yang menyusun dan mewujudkan struktur suatu karya sastra

Adapun beberapa unsur yang menyusun suatu karya sastra, antara lain:

1. Tema

Tema merupakan ide atau suatu pokok gagasan tentang suatu hal, yang berkaitan dengan hadirnya suatu peristiwa, konflik, serta situasi tertentu.

2. Latar/Setting

Latar merupakan suatu keterangan yang menandakan latar tempat, latar waktu, serta alur suasana yang ada dalam sebuah cerita.

3. Alur/Plot

Alur atau plot merupakan rangkaian kejadian atau susunan jalannya suatu cerita sebagai urutan bagian-bagian dalam keseluruhan fiksi.

alur cerpen
unsplash.com

Adapun pembagian jenis alur, diantaranya:

  • Alur Maju

Alur maju merupakan suatu susunan peristiwa yang urutannya sesuai dengan waktu kejadian atau cerita yang bergerak maju.

  • Alur Mundur

Alur maju merupakan suatu susunan peristiwa yang urutannya tidak sesuai dengan waktu kejadian atau cerita yang bergerak mundur atau falshback.

  • Alur Campuran

Sesuai dengan namanya alur campuran ialah suatu rangkaian cerita yang menggabungkan antara alur maju dan alur mundur.

Adapun beberapa tahap yang meliputi alur, antara lain:

  • Pengantar

Pengantar merupakan bagian yang dimana cerita mulai dilukiskan/digambarkan, mulai dari waktu, tempat atau kejadian yang merupakan awal suatu cerita.

  • Penampilan Masalah

Penampilan masalah merupakan bagian yang mana mulai mencritakan suatu pokok permasalahan yang telah dihadapi pelaku.

  • Puncak Ketagangan/Klimaks

Klimaks atau puncak ketegangan merupakan bagian dimana memuncaknya atau pokok dari masalah serta konflik yang ada dalam suatu cerita.

  • Penurunan Ketegangan/Antiklimaks

Antiklimaks atau penurunan ketegangan merupakan kebalikan dari klimaks yakni menurunnya masalah serta konflik yang di hadapi dalam suatu cerita.

  • Penyelesaian/Resolusi

Penyelesaian merupakan bagian dimana suatu masalah yang dihadapi serta yang terjadi dalam sebuah cerita sudah dapat terselesaika.

4. Perwatakan

jenis jenis cerpen
unsplash.com

Perwatakan merupakan penggambaran watak atau sifat serta karakter seorang tokoh yang ada dalam sebuah cerita. Perwatakan sendiri dapat dilihat dari tiga segi, yaitu:

  • Dialog tokoh
  • Penjelasan tokoh
  • Penggambaran fisik tokoh

5. Tokoh

Tokoh merupakan penggambaran orang yang diceritakan dalam suatu cerita. Adapun pembagian toko-tokoh yang ada dalam suatu cerita, antara lain:

  • Tokoh protagonis (tokoh/pemeran utama)
  • Tokoh antagonis (tokoh penentang atau pemeran jahat)
  • Tokoh tritagonis (penengah antara tokoh protagonis dan antagonis)
  • Tokoh figuran (tokoh sampingan/pendukung)

6. Penokohan

Penokohan merupakan cara pengarang untuk memberikan sifat pada tokoh yang ada dalam sebuah cerita, baik dari ucapan, perilaku, dan pandangan tokoh terhadap suatu hal, serta pikiran tokoh.

Terdapat dua metode dalam menentukan penokohan, anatara lain:

  • Metode Analitik

Merupakan suatu metode penokohan, dengan cara memaparkan atau menyebutkan sifat tokoh secara langsung, seperti halnya: pemberani, penakut, pemalu, keras kepala, dll.

  • Metode Dramatik

Merupakan suatu metode penokohan dengan cara memaparkannya secara tidak langsung, yaitu dapat dengan cara: penggambaran fisik maupun dengan cara penggambaran dengan melalui sebuah percakapan atau dialog.

7. Nilai/Amanat

Nilai atau amanat merupakan pesan atau suatu nasehat yang ingin disampaikan pengarang melalui sebuah cerita.

Unsur Ekstrinsik

unsur ekstrinsik cerpen
doc.pribadi

Unsur ekstrinsik merupakan suatu unsur-unsur yang berada di luar suatu karya sastra, tetapi secara tidak langsung mempengaruhi bangunan atau sistem organisme suatu karya sastra.

Adapun unsur-unsur ekstrinsik anatara lain, meliputi:

  • Nilai-nilai dalam cerita (agama, budaya, politik, ekonomi)
  • Latar belakang kehidupan pengarang
  • Situasi sosial ketika cerita itu diciptakan

Struktur Cerpen

jenis jenis cerpen
unsplash.com
  • Abstrak
  • Orientasi
  • Komplikasi
  • Evaluasi
  • Resolusi
  • Koda

Contoh Cerpen

contoh cerpen
i.ytimg.com

Cerita kancil dan buaya

Suatu hari, kancil sedang duduk bersantai di bawah pohon. Ia ingin menghabiskan hari itu dengan meninkmati suasan hujan yang sejuk dan tenang. Beberapa waktu berlalu akhirnya perutnya lapar.

Ia kemudian berpikir untuk memakan mentimun yang letaknya berada di seberang sungai. Tetapi di sungai tersebut terdengar suara cipratan air yang ternyata adalah buaya.

Si kancil pun mendekati sungai dan berteriak kepada buaya “Hei Buaya keluarlah aku punya daging segar untuk kalian”

Si buaya pun terbangun dan berkata “Benarkah kancil ? Wah sangat pas karena hari ini ikan ikan entah pergi kemana sehingga aku dan kawanku kelaparan”.

Singkat cerita si buaya tersebut memanggil kawannya untuk berbaris di sungai supaya dihitung dan kebagian daging segar secara adil dan rata.

Kancil pun menghitung sambil melompat lompat diatas buaya dan dengan girangnya si kancil sampai di seberang sungai.

Buaya itu pun bertanya “Mana daging besar kami”

kancil menjawab dengan terbahak bahak “Hahaha dasar buaya bodoh, bukankah tidak ada secuil daging di tangan itu, artinya tidak ada daging untuk kalian”.

Akhirnya si kancil meninggalkan para buaya dan salah satu buaya tersebut berkata bahwa mereka akan membalas penipuan si kancil.

Nah itu tadi penjelasan tentang pengertian, jenis, ciri, struktur, serta contoh dari sebuah cerpen. Semoga penjelasan yang penulis paparkan kali ini bisa menjadi referensi serta bisa menjadi pedoman untuk kita semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *