Mengejar Mimpi Dunia Penerbangan

3 min read

Assalamualikum Wr, Wb.

Sebelumnya perkenalkan saya Ali Jakfar. Saya ingin menceritakan sedikit kisah tentang saya, saat dimana saya merasa sudah pustu asa,dan terkadang juga tertawa bahagia.

Penuh canda tawa dan penuh kenangan yang tak mungkin terlupa.

“Karena masa lalu bukan untuk di buang tapi untuk di kenang. Meski sebagian orang memilih membuang, tapi aku tetap tak ingin itu hilang”

“Karena masa lalu bukan hanya kenangan, tapi juga waktu berharga yang tak bisa di ulang.”

Terkecuali DIA yang Maha Kuasa.

Berawal Dari Pendaftaran

 

Sebelum masuk sekolah penerbangan, saya brniat untuk kuliah. Sebenarnya saya tidak ingin kuliah, tapi karena keluargaku yang menyuruh jadi aku menuruti apa yang mereka harapkan.

Mereka hanya ingin melihat saya sukses, dan tidak ingin supaya bernasib sama seperti mereka. Saya juga berfikir untuk apa kuliah yang akhirnya menganggur juga.

Oleh karena itu saya mengikuti kemauan mereka, yakni dengan mendaftar di salah satu pergruan tinggi di malang.

Yakni di Universitas Islam Maulana Malik Ibrahim Malang. Saya mendaftar melalui jalur SBMPTN dan juga jalur umum, namun mungkin karena belum rejeki kami berdua tidak di terima.

Setelah beberapa hari saya di tawari untuk masuk sekolah penerbangan oleh sepupu saya. Dia mendapat info dari salah satu temannya yang sudah lulus dari sana.

Wira Angkasa Academy yang bertempat di malang, ya karena itu berbasis pelatihan bukan semacam kuliah jadi saya tertarik.

Yang mungkin bila sudah lulus bisa langsung bekerja, dan juga itu suatu yang keren karena berkecimpung dalam dunia penerbangan.

Mulai Tertarik Masuk Wiraangkasa Academy

Setelah menerima infodari sepupu, saya kemudian menjadi antusias dan sangat tertarik. Kamipun melakukan pendaftaran secara online.

Pendidikan selama kurang lebih enam bulan dan ditambah ujian negara untuk memperoleh lisensi.

Pendaftaran Masuk Wira Angkasa Academy

Setelah melakukan pendaftaran secara online, kamipun di panggil untuk datang langsung agar melakukan tes wawancara dan interview.

Kami berangkat kesana bersama 5 orang lain dari kota kami, dan diantar oleh seorang anggota proses seleksi di sana yang tinggal disisni.

Sesampainya disana saya agak sedikit terkejut, dan bingung pasalnya sekolah untuk pelatihan ini tidak terlalu besar bahkan lebih mirip ruko.

Tapi saya mencoba berfiikir posistif, kami pun masuk kedalam untuk melakukan interview.

Setelah melakukan proses yang sedikit panjang kami pun pulang kembali ke madura, dan menunggu hasil tes yang akan di umumkan langsung lewat telpon.

Dua minggu kemudian pengumuman hasil interview keluar, dan alhamdulillah saya bserta sepupu saya di terima.

Dari 8 orang yang berangkat kesana satu diantara kami yang tidak lolos karena tinggi badan tidak memenuhi kriteria yang di butuhkan.

Setelah menerima info tersebut kami di beri waktu dua minggu untuk melakukan persiapan, dan melengkapi berkas yang harus di bawa.

Proses Diklat

Setelah dua mninggu dari pengumuman kamipun berangkat. Saya bersama sepupu dan ditemani orang tua kami sebagai wakil.

Kami mengikuti upacara pembukaan, dan sesi tanya jawab mengenai bidang penerbangan dan Wira angkasa tersebut.

Kami akan mengikuti pelatihan disana selama enam bulan, dan satu bulan tambahan untuk diklat militer dan beberapa bulan lagi untuk ujian negara.

Mulai Diklat Penerbangan

Hari pertama diklat saya dimulai, angkatan saya merupakan angkatan ke delapan, dari 38 orang dengan posisi sebegai Avsec (Aviation Security).

Di hari pertama kami hanya melakukan perkenalan satu sama lain, dan juga bersama guru. Di hari kedua kami melakukan pengukuran baju untuk seragam diklat.

Dan juga saya terkejut di hari kedua, kami langsung di gembleng oleh salah seorang guru diklat dengan langung menghukum kami dengan push up 100 kali.

Kami terkejut karena merasa tidak salah apapun, tetapi kami di hukum. Setelah melakukan push up seratus kali dengan sekuat tenaga, karemna maklum kami tidak pernah push up sebelumnya.

Kami langsung di suruh berdiri, dan kemudian beliau guru yang menghukum kami push up, langsung memberikan tepuk tangan sekaligus ucapan selamat datang pada kami.

Sontak kami langsung berteriak, beliau menjelaskan bahwasanya itu merupakan tradisi di sana.

Beliau juga menjelaskan bahwa akan setiap hari ada seperti ini jika ada salah satu yang melanggar peraturan kantor.

Jika salah satu dari kami yang melanggar peraturan kantor apapaun itu, maka yang di hukum bukan yang melanggar saja, melainkan semuanya.

Yang paling saya ingat yakni sepulang dari kelas di hari itu, kami semua mengalami masalah yang sama, yakni badan pegel hehe.

Kami semua kesakitan bahkan ngangkat sendok ketika makan pun sudah susah payah.

Setiap hari kecuali sabtu minggu kami masuk kelas, dengan materi tentang dunia penebangan yang berbeda.

Kami juga harus menghafal semua nama bandara di indonesia dan kode pesawat yang sering di sebut two leter code dan three leter code.

Proses Belajar

Hampir stiap malam sepulang kelas kami menghafal. Ooo iya saya lupa menjelaskan bahwa sanya kami ngekos di rumah salah seorang warga disana.

Kami disana delapan orang, dengan 5 cewek dan 3 cowok, tapi kami beda ruangan jagan mikir aneh ya hehe.

Sesekali kami pergi jalan jalan dengan menggunakan angkutan online. Setelah seharian sibuk belajar kami juga butuh refrhesing kan.

Setelah melakukan pendidikan normal 4 bulan, kami kemudian mendapat jatah libur 25 hari.

Dan kemudian bersiap untuk mengikuti mandatori, atau biasa disebut pelajaran khusus menjelang ujian negara.

Kami di situ di tuntut untuk mampu menyelesaikan ujian dengan nilai rata – rata 90 persen ke atas.

Dan Alhamdulillah kami semua lolos dengan memenuhi target.

Proses Rekrutmen

 

Setelah melakukan ujian negara, kami mendapat undangan rekrutmen oleh bebrapa perusahan penerbangan di jakarta dan bali.

Salah satunya yakni Duta Garuda Piranti Prima yang merupakan salah satu bagian penyumbang Sdm di GMF Aero Asia cengkareng Soekarno – Hatta.

Yang bertugas di bagian Hangar pesawat.

Proses seleksi di adakan di di kantor kami, dari 80 orang yang di ambil yakni 15 orang. Dan saat itu saya belum beruntung.

Setelah GMF, seminggu kemudian ada rekrutmen lagi dari Air Asia di bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. Pada saat itu aku juga belum beruntung karena tidak keterima.

Setelah sebulan tidak ada rekrutmen lagi, aku pun mw=enelpon pihak kantor agar memberikan info loker yang ada saat itu.

Kemudian baru lah di bulan berikutnya, ada rekrutmen lagi kali ini di jakarta bagian avsec cargo d bandara Soekarno Hatta.

Dan syukur alhamdulillah pada waktu itu saya keterima, rasanya senang sekali pada saat itu. Dan setelah melalui persiapan dan persyatan yang cukup lama saya beserta 6 orang dari angkatan kami berangkat ke Jakarta.

Setelah sampai disana kami melakukan beberapa tes lagi sebelum resmi di terima menjadi karyawan kontrak selama 2 tahun.

Tapi singkat cerita karena ada beberapa pertimbangan, saya mengundurkan diri setelah 5 bulan masa kerja.

Demikian sedikit kisah tentang saya, yang mungkin sedikit aneh tapi itulah kenyataannya. Demikian jika ada salah kata dan tulisan saya mohon maaf.

Jumpa lagi di lain waktu, Wassalamualaikum Wr Wb.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *