Pengertian Metagenesis Tumbuhan Paku

4 min read

metagenesis tumbuhan paku

Metagenesis tumbuhan paku – Metagenesis adalah pergiliran daur hidup antara generasi yang berkembang biak secara seksual dan generasi lain yang berkembang biak dengan cara aseksual.

Namun umumnya pada dua generasi ini memiliki morfologi yang berbeda satu sama lainnya. Pada artikel sebelumnya penulis sudah menjelaskan mengenai proses metagenesis tumbuhan lumut dan juga siklus hidup tumbuhan lumut.

Untuk merperjelas serta memperbanyak wawasan kita mari kita bahas tuntas mengenai metagenesis tumbuhan paku berikut.

Pengertian Tumbuhan Paku

metagenesis tumbuhan pakuTumbuhan paku adalah kelompok tumbuhan yang mempunyai sistem pembuluh darah sejati (Tracheopyta), meski begitu tumbuhan ini tidak pernah menghasilkan biji untuk berkembang biak.

Dalam bahasa Inggris tumbuhan ini dikenal dengan istilah “Fern”, akan tetepi juga sering disebut sebagai paku-pakuan atau pakis-pakisan.

Tumbuhan paku ini mampu hidup di seluruh dunia. Di negara Indonesia dan Malaysia terdapat kurang lebih sekitar 12.000 spesies tumbuhan paku yang berkembang.

Tumbuhan ini lebih sering tumbuh di perhutanan dan juga tempat-tempat yang lembab. Tumbuhan paku ini habitat serta perkembangbiakannya hampir dapat dikatakan sama dengan tumbuhan lumut.

Ciri-Ciri Tumbuhan Paku

ciri ciri tumbuhan paku

  • Mempunyai pembuluh angkut baik pada akar, batang, dan daun.
  • Umumnya tumbuhan paku dikenal dengan daunnya yang tumbuh, dari tunas yang menggulung serta mempunyai rambut halus.
  • Menggunakan spora untuk berkembang biak, serta tidak menghasilkan bunga dan buah.
  • Mampu bereproduksi secara vegetatif dengan pembentukan gemmae, dan bereproduksi secara generatif dengan peleburan gamet jantan dan gamet betina.
  • Bentuk tubuh pada tumbuhan paku bisa seperti pohon yang biasanya tidak bercabang, semak, epifit, mengapung di air, tumbuhan merambat, hidrofit atau dapat berupa terna dengan rimpang yang menjalar di tanah atau humus.
  • Umumnya sebagia besar tumbuhan paku habitatnya hidup di kawasan tropis yang basah.

Baca juga artikel terkait: 11 Contoh Tumbuhan Gymnospermae Beserta Ciri-Cirinya

Metagenesis Tumbuhan Paku

Berikut ini contoh skema metagenesis tumbuhan paku:

skema metagenesis tumbuhan paku

Berdasarkan bagan metagenesis tumbuhan paku diatas, kita dapat mengambil kesimpulan tentang metagenesis yang terjadi pada tumbuhan paku, antara lain:

  • Metagenesis pada tumbuhan paku bermula dari spora, kemudian membentuk protalus atau protalium (gametofit dalam jumlah yang besar).
  • Setelah itu pada tahap selanjutnya gametofit ini akan terbagi dua, yakni arkegonium yang kemudian akan menjadi sel telur, dan anteridium yang kemudian akan menjadi spermatozoid.
  • Kemudian sel telur dan spermatozoid akan membentuk beberapa zigot dalam jumlah yang bisa dibilang cukup besar.
  • Tahap selanjutnya yakni menjadi sporofit dan kemudian akan membentuk sporangium dalam jumlah yang bisa dibilang besar juga.
  • Terakhir adalah tahap spora, yang dimana pada siklus metagenesis paku akan berputar seperti halnya bagan skema diatas.

Pada dasarnya metagenesis tumbuhan paku adalah bisa dibilang sama dengan metagenesis tumbuhan lumut, akan tetapi, juga dapat dikatakan berbeda.

Hal ini dapat dilahat dari bentukan yang dominan dari skema pada tumbuhan paku. Jika dilihat dengan mata telanjang yakni, pada fase sporofit tumbuhan paku.

Berbeda halnya dengan tumbuhan lumut yang dapat kita amati secara mudah adalah fase gametofitnya.

Pada metagenesis tumbuhan paku terbagi menjadi dua jenis, yakni metagenesis paku homospora dan metagenesis paku heterospora.

Metagenesis Tumbuhan Paku Homospora

metagenesis tumbuhan paku homosporaMetagenesis yang pertama adalah pada jenis tumbuhan paku homospora.

Pada metagenesis ini mempunyai proses tersendiri, untuk lebih memperjelas dan mempermudah kita dalam memahaminya, silahakan amati skema metagenesis tumbuhan paku homospora berikut ini.

Berdasarkan skema jenis metagenesis tumbuhan paku homospora diatas, dapat kita ambil kesimpulan, antara lain:

  • Pada metagenesis jenis tumbuhan paku homospora, diawali pada sporofit (karena pada tumbuhan ini fase sporofti lebih dominan).
  • Setelah tumbuhan paku dewasa akan membentuk sporangium dengan kromosom diploid 2(n).
  • Kemudian dengan menggunakan metode meosis, pada sporangium akan menghasilkan dan membentuk spora dengan kromosom yang haploid (n).
  • Spora yang bersel tunggal kemudian akan bergerminasi sehingga menghasilkan organ multiseluler seperti protalium atau protalus yaitu organisme tumbuhan paku yang menghasilkan gamet melalui fase gametofit dan mengandung kromosom set haploid.
  • Protalium (protalus) memiliki dua jenis gamet yang berbeda karena proses dua organ seks yang berbeda pula. Dengan begitu spermatozoid dihasilkan dari anteridium dan sel telur (ovum) dihasilkan dari arkegonium.
  • Gamet yang dihasilkan oleh protalium merupakan proses pembelahan secara mitosis. Setelah itu sel telur akan memiliki sifat sesil sehingga akan berada tetap di arkegonium. Sedangkan hasil spermanya akan mampu bergerak karena bersifat motil.
  • Metagenesis tumbuhan paku ini dilanjutkan dengan pembentukan zigot dari fase sporofit dengan kromososm diploid (2n) yang merupakan hasil bertemunya gamet paku sperma dan ovum.
  • Kemudian zigot tersebut akan tumbuh menjadi tumbuhan paku dewasa dan mengulangi proses metagenesis tadi.

Pada proses metagenesis tumbuhan paku ini bisa terjadi melalui fase sporofit dan gametofit karena kedua fase tadi mampu hidup secara independen.

Metagenesis Tumbuhan Paku Heterospora

metagenesis paku heterespora

Gambar skema metagenesis tumbuhan paku heterospora.

Metagenesis yang kedua adalah jenis tumbuhan paku heterospora. Pada metagenesis jenis ini juga mempunyai proses tersendiri.

Berdasarkan skema jenis metagenesis tumbuhan paku heterospera diatas, dapat kita ambil kesimpulan, dianataranya:

  • Pada metagenesis tumbuhan ini sangat berbeda dengan metagenesis tumbuhan homospora.
  • Pada jenis tumbuhan paku heterospora ini memiliki dua jenis protalium dan spora yang berasal dari hasil perbedaan ukuran germini sporanya.
  • Dua jenis yang dimaksud adalah mikrospora yang setelah itu akan menghasilkan mikroplatium dan kemudian akan membentuk spermatozoid.
  • Pada jenis spora lain seperti halnya spora makrospora yang menghasilkan makropotalium dan setelah itu akan menciptakan ovum arkeogunium pada tumbuhan paku tersebut.

Jenis dan Contoh Tumbuhan Paku

jenis tanaman paku

  1. Paku Sejati (Pterophyta)

Pertama adalah tumbuhan paku sejati yang memiliki ciri daunya yang besar, bertangkai, memiliki banyak tulang, dan pada sisi bawahnya terdapat sporangium.

Jenis tumbuhan paku sejati yang satu ini dapat kamu jumpai di tempat-tempat yang teduh serta lembab.

  1. Paku Pedang (Nephrolepis Cordifolia)

Tumbuhan paku yang satu ini memiliki ciri batangnya yang bercabang dan berkayu, daunnya mempunyai urat-urat bahkan ada yang tidak mempunyai daun.

  1. Paku Sarang Burung (Aspleniu Nidus L)

Paku sarang burung memiliki ciri ujung daun yang runcing serta pada tepi daunnya berombak.

  1. Paku Telanjang (Psilophyta)

Berikutnya adalah jenis tumbuhan paku telanjang. Pada tumbuhan paku yang satu ini memiliki cabang-cabang yang bentuknya seperti garpu dengan sporangium pada setiap ujungnya.

Tanaman ini mendapat makanan dengan bersimbiosis bersama jamur, hal ini lah yang menyebabkan tumbuhan paku telanjang ini tidak mempunyai klorofil.

Adapun jenis dari tumbuhan paku telanjang, anatara lain:

  • Rhynia major
  • Psilotum
  1. Paku Kawat/Paku Rambut (Lycopodiophyta)

Tumbuhan paku kawat atau paku rambut ini mempunyai ciri daunnya yang kecil, tidak bertangkai, batangnya seperti kawat, akarnya bercabang, bertulang satu.

Pada tumbuhan paku kawat terdapat sporangium yang terletak pada ketiak daun dan berkumpul membentuk kerucut.

Akan tetapi selain ciri tadi terdapat beberapa jenis paku kawat yang daunnya memiliki lidah-lidah (ligula) serta tersusun rapat membentuk garis spiral.

Adapun jenis dari pauk kawat, anatara lain:

  • Lycopodium clayatum
  • Selanginela sp
  1. Paku Ekor Kuda (Equisetophyta)

Jenis tumbuahan paku yang satu ini sering ditemukan di tempat yang ada di dataran tinggi.

aku ekor kuda ini memiliki ciri daun-daun kecil seperti, selaput dan tersusun seperti karang. Pada daunnya memiliki bentuk yang melingkar dan berbentuk seperti sisik.

Namun banyak juga ditemukan batang tumbuhan paku ekor kuda yang mirip dengan daun cemara, berongga, berbuku-buku, dan tegak.

Manfaat Tumbuhan Paku

manfaat tanaman paku

  • Sebagai tanaman hias di rumah.
  • Memiliki fungsi sebagai bahan obat-obatan, seperti halnya diuretik dan sebagai obat luka.
  • Sebagai bahan makanan dan sayuran.
  • Tumbuhan paku yang dapat digunakan sebagai pupuk organik.
  • Sebagai bahan pembuatan petasan.
  • Sebagai tiang bangunan.
  • Memiliki manfaat sebagai bahan penggosok atau ampelas.
  • Bisa dijadikan bahan untuk membuat karangan bunga.

Kesimpulan

tanaman pakuSetelah mengamati pembahasan diatas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa sanya metagenesis pada tumbuhan paku dapat dikatakan sama sekaligus berbeda dengan metagenesis tumbuhan lumut.

Beberpa pengertian istilah diatas, antara lain:

  • Gametofit

Gametofit adalah suatu bentuk kehidupan yang memiliki fungsi melakukan reproduksi seksual/genartif pada organisme yang mengalami pergiliran keturunan.

  • Sporofit

Sporofit adalah sebuah fase pada makhluk hidup, dimana terjadi pembentukan spora, dan terjadi dalam siklus hidup tumbuhan adalah aseksual.

_

Nah itu tadi pembahasan lengkap mengenai tumbuhan paku dan penjelasannya. Semoga apa yang di tuliskan oleh penulis dalam artikel ini dapat bermanfaat serta dapat menambah wawasan kita.

Sekian Terima Kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *