Metamorfosis Belalang dan Penjelasannya

4 min read

metamorfosis belalang

Metamorfosis Belalang dan Penjelasannya

Apa itu metamorfosis belalang?

Tahukah kalian tentang proses yang dialami belalang mulai dari kecil hingga dewasa.

Apakah metamorfosis belalang sempurna atau tidak? Serta mengapa pada metamorfosis belalang tidak melalui tahap pupa.

Nah ini lah yang akan dibahas penulis kali ini. Pada artikel kali ini penulis akan membahas mengenai metamorfosis serta proses daur hidup yang dialami belalang.

Pengertian Metamorfosis

metamorfosis belalang Pengertian metamorfosis sendiri adalah suatu sebutan yang berasal dari kata Yunani yaitu greek.

Sedangkan kata metamorfosis merupakan gabungan dari kata meta (diantara, sekitar, setelah), morphe (bentuk, dan osis (bagian dari).

Jadi dapat disimpulkan bahwa metamorfosis adalah suatu proses perubahan bentuk yang terjadi selama perkembangan postembrionik.

Secara sederhana metamorfosis adalah proses biologis yang menandai perkembangan atau perubahan pada bentuk tubuh makhluk hidup.

Contoh hewan yang mengalami proses metamorfosis ini cukup banyak, diantaranya yakni katak, kupu-kupu dan serangga (termasuk belalang).

Pengertian Metamofosis Belalang

metamorfosis belalang Belalang merupakan salah satu serangga yang sering menjadi hama bagi tanaman para petani. Sifatnya yang rakus membuat daun-daun tanaman habis dimakannya.

Belalang juga menjadi salah satu jenis hewan yang termasuk ke dalam klasifikasi insekta (Insecta) yakni hewan yang memiliki tubuh terpotong menjadi beberpa bagian.

Metamorfosis belalang adalah suatu proses siklus hidup yang dialami belalang ditandai dengan perubahan bentuk fisik mulai dari kecil hingga dewasa.

Metamorfosis atau daur hidup belalang tergolong kedalam jenis metamorfosis belalang tidak sempurna.

Hal ini di karenakan, pada urutan siklus daur hidup belalang atau tahapan metamorfosis pada belalang tidak mengalami tahap kepompong atau pupa.

Urutan dan Proses Metamorfosis Belalang

metamorfosis belalang Skema siklus hidup belalang mengalami proses metamorfosis tidak sempurna. Proses tersebut terbagi menjadi 3 tahapan, antara lain:

Metamorfosis Belalang (Stadium Telur)

Pada proses metamorfosis belalang pertama kali di awali dengan fase telur. Pada telur belalang terbentuk hasil dari pembuatan sel telur belalang betina, yang dibantu dengan spermatozoa pada belalang jantan.

Kemudian telur tersebut akan diletakan oleh belalang betina pada suatu tempat, seperti dedaunan, batang tanaman, sampai berada dalam tanah.

Umumnya belalang betina mampu menghasilkan 10 hingga 300 butir telur dalam satu kali proses pembuahan. Belalang sendiri memiliki bentuk telur yang menyerupai sebutir beras.

Pada daerah yang memiliki cuaca sub tropis, belalang betina umumnya akan menaruh telurnya di bawah tanah, sekitar 3 hingga 4 cm dari permukaan.

Hal ini bertujuan supaya telur tidak rusak yang disebabkan suhu yang terlalu dingin pada saat musim salju atau hujan.

Pada telur belalang biasanya akan menetas lebih cepat jika suhu atau kondisi lingkungannya sesuai dengan yang dibutuhkan belalang.

Tahap Metamorfosis Belalang (Stadium Nimfa)

Setelah telur belalang tersebut menetas, maka kemudian akan keluar nimfa atau bayi belalang mungil yang biasanya memiliki warna putih.

Nimfa adalah belalang kecil yang belum mempunyai sayap serta alat reproduksi, nimfa ini muncul setelah telur belalang menetas.

Nimfa pada umumnya berwarna putih, dan kemudian akan berubah warna menjadi hijau atau cokelat setelah terkena sinar matahari dalam beberapa saat.

Fase nimfa pada tahap daur hidup belalang sendiri, umumnya berlangsung selama kurang lebih 25 – 40 hari.

Selama dalam bentuk fase ini, nimfa akan memakan daun-daun muda, mengalami pertumbuhan, dan mengalami ganti kulit (Instar) sebanyak 4 – 6 kali, tergantung pada suhu dan kelembaban lingkungannya.

Metamorfosis Belalang (Stadium Belalang Dewasa)

Kemudian jika sudah 25 hingga 30 hari, sayap akan berkembang sepenuhnya dan versi nimfa mini telah berubah menjadi dewasa.

Jadi, rentang waktu awal mula peletakan telur hingga belalang menjadi dewasa, membutuhkan waktu yang sangat bervariasi, tergantung kapan belalang bertelur.

Dan rentang waktu paling lama adalah sekitar 10-11 bulan. Belalang dewasa memperoleh kematangan seksual dalam waktu 15 hari dan bertahan selama rentang waktu sekitar 30 hari.

Umur belalang diperkirakan dapat bertahan sekitar 12 bulan. Penelitian telah menemukan bahwa tingkat kelangsungan hidup nimfa setelah menetas hanya sekitar 50 persen, karena kemungkinan besar mereka akan dimakan oleh predator seperti burung, tikus dan kadal.

Baca juga artikel terkait lainnya13 Contoh Hewan Melata dan Merayap

Klasifikasi Belalang

BagianKeterangan
KingdomAnimalia
PhylumArthropoda
ClassInsecta
OrderOrthoptera
SuborderCaelifera
Common NameGrasshopper
Scientific NameMelanoplus differentialis

 

Sedangkan pada kelompok utama klasifikasi belalang sendiri terbagi menjadi dua kelompok, diantaranya:

  • Belalang antena panjang (Tanduk)
  • Belalang antena pendek (Locuts)

Gambar siklus hidup belalang dan Gambar metamorfosis belalang

Ciri-Ciri Belalang

metamorfosis belalang Belalang merupakan hewan herbivora atau pemakan tumbuhan. Jika ditelusuri secara mendalam jenis klasifikasinya, maka Belalang yang memiliki nama ilmiah Aularches miliaris termasuk dalam sub ordo Caelifera dalam ordo Orthoptera.

Belalang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Memiliki dua pasang antena khusus pada tubuhnya, yang berukuran lebih pendek dari tubuh belalang dan juga memiliki ovipositor pendek.
  2. Memiliki femur belakang yang kuat dan panjang, yang digunakan untuk melompat. Belalang memiliki 6 pasang kaki untuk melompat.

Kaki belakang digunakan untuk melompat, sedangkan kaki depan digunakan untuk berjalan

  1. Pada struktur tubuh belalang terususun atas buku-buku, yang terdiri dari kepala, dada (thorax) dan perut (abdomen)
  2. Memiliki sayap yang digunakan untuk terbang, walaupun pada beberapa jenis belalang, sayang ini tdk dapat digunakan untuk terbang

Jenis-Jenis Belalang

  1. Belalang Kayu

belalang kayuBelalang ini memiliki ukuran dewasa mencapai hingga 85 mm, dengan warna coklat tua. Saat masih nimfa (muda) memiliki warna hijau namun ada juga yang bercorak oranye.

Kemudian setelah itu akan menjadi coklat sebelum kulitnya mengalami pengelupasan (moulting). Sedangkan pada saat musim dingin belalang ini akan mengalami proses hibernasi.

Belalang kayu memiliki habitat di daun pada semak-semak dan di pohon dan memakan daun-daunan.

  1. Belalang Sembah/Belalang Sentadu

belalang sembahBelalang sembah adalah belalang yang menghasilkan madu tetapi bukan hanya belalang biasa di suku lain belalang sembah itu disembah namanya juga belalang sembah.

Pada metamorfosis belalang sembah juga mengalami proses layaknya jenis belalang lainnya.

  1. Belalang Hijau

belalang hijauOxya chinensis biasanya ditemuka di daerah rerumputan, semak.  belalang ini memiliki antena yang lebih pendek dari tubuhnya.

Belalang Oxya chinensis kebanyakan berwarna hijau dengan sayap belakan berwarna abu-abu kecoklatan.

  1. Belalang Daun

grasshopper daunBelalang Daun adalah jenis belalang yang mengalami kamuflase, dapat diartikan sebagai penyesuaian warna tubuh makhluk hidup sesuai dengan lingkungannya.

Tentu saja keadaan lingkungan sekitar hewan berubah dari waktu ke waktu. Banyak hewan yang mempunyai kemampuan istimewa dalam beradaptasi yang memungkinkan mereka melakukan perubahan warna mengikuti perubahan warna lingkungan sekitar.

  1. Belalang Batu (Metamorfosis Belalang)

grasshopper batuBelalang ini memiliki ukuran sekitar 2,5 cm, tenang dan tergolong jinak. Dapat didekati bahkan disentuh.

Dalam pengamatan di lapangan, species ini memilih  lokasi-lokasi yang berumput, berbatu-batu atau bahkan di tanah-tanah terbuka.

Ketika bertengger di rumput atau di helai daun yang hijau, akan tampak sangat kontras. Seperti lumpur yang melekat di daun atau ranting.

Di lokasi-lokasi pengamatan, jumlah individunya banyak, dapat dijumpai sampai 20-30 individu. Mereka suka berdiam atau hinggap pada tinja ternak sapi atau babi.

  1. Belalang Kembara

grasshopper kembaraPada proses metamorfosis belalang kembara siklus hidup dimulai dari telur. Telur yang baru dioviposisi berwarna putih alu berubah menjadi kuning.

Telurnya terdapat dalam suatu paket seperti bahan berupa buih yang cepat mengering yang dikeluarkan pada waktu bertelur.

Ketika bertelur betina akan membuat lubang di dalam tanah. Nimfa yang baru menetas biasanya masih diselimuti oleh selaput telur yang kemudian dilepaskannya. Nimfa pada fase soliter berwarna   hijau atau coklat .

  1. Belalang Pedang

grasshopper pedangJenis belalang yang terakhir adalah jenis belalang pedang. Jenis serangga dari ordo orthoptera yg masuk dalam famili tettigoniidae sering disebut belalang pedang karena ujung abdomennya yg panjang seperti pedang.

Sedangkan pada proses metamorfosis belalang pedang hampir sama dengan jenis belalang lainnya.

_

Nah demikianlah pembahasan kali ini mengenai metamorfosis belalang dan keterangannya. Semoga apa yang di sampaikan penulis kali ini dapat bermanfaat serta dapat dijadikan sebagai referensi kedepannya.

Sekian Terima Kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *