19 Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan Lengkap

19 Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan Lengkap

Hewan dan tumbuhan merupakan dua jenis makhluk hidup yang sering kita jumpai di sekitar kita. Baik jenis hewan maupun jenis tumbuhan masing-masing memiliki sel-sel penyusunnya layaknya makhluk hidup yang lain. Terdapat perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan yang dapat kita amati dari beberapa bagian dan fungsinya.

Apa itu sel hewan dan sel tumbuhan?

Apa aja sih perbedaannya?

Mari kita pelajari lebih mendasar pada artikel kali ini.

Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan
hisham.id

Umumnya sel hewan mempunyai ukuran lebih kecil, bentuknya tidak tetap. Memiliki organel lisosom dan sentosom. Sedangkan organel yang tidak dimiliki yaitu, dinding sel, plastid (kloroplas) dan vakuola.

Lain halnya dengan sel tumbuhan, ukurannya lebih besar dan bentuknya tetap. Memiliki organel plastid (kloroplas), dinding sel dan vakuola. Sedangkan organel yang tidak dimiliki adalah lisosom dan sentrosom.

Gambar Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan
sebentarsaja.com

Berdasarkan gambar di atas kita dapat menyimpulkan beberapa perbedaan struktur sel hewan dan sel tumbuhan antara lain:

Sel Hewan

  1. Sel hewan memiliki ukuran lebih kecil dari sel tumbuhan
  2. Tidak memiliki plastid (kloroplas)
  3. Tidak memiliki dinding sel
  4. Mempunyai lisosom
  5. Memiliki sentrosom
  6. Mempunyai bentuk tidak tetap
  7. Tidak memiliki vakulola, meskipun ada yang memiliki tapi ukurannya relatif kecil.

Sel Tumbuhan

  1. Ukuran sel tumbuhan lebih kecil dari sel hewan
  2. Mempunyai plastid (kloroplas)
  3. Mempunyai dinding sel dan membran sel
  4. Tidak memiliki lisosom
  5. Tidak memiliki sentrosom
  6. Mempunyai bentuk yang tetap
  7. Mempunyai vakuola dengan ukuran besar dan biasanya berjumlah banyak

Tabel Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

NoPerbedaanSel TumbuhanSel Hewan
1Ukuran selBesarKecil
2Bentuk selKaku dan jarang berubah bentukBermacam-macam serta dapat berubah bentuk
3Dinding selAdaTidak ada
4Maktiks ekstraselularAdaAda
5PeroksisomAdaAda
6LisosomJarang ditemukanBanyak terdapat sel hewan
7GilioksisomAdaTidak ada/jarang
8Elastisitas jaringanRendah, adanya dinding selTinggi, tidak adanya dinding sel
9Letak inti selBerada di pheriperalBerada ditengah sel
10Sentrosom/sentriolTidak ada/jarang ditemukanAda
11Organel respirasiKloroplas (plastida) dan mitokondriaMitokondria
12Vakuola selTunggal akan tetapi sangat besarKecil dan banyak
13FlagelaJarangSering ditemukan
14SiliaSangat jarangSering ditemukan
15Pembentukan spindleSecara anastralSecar amphiastral
16Sitokinesis selMembentuk lempeng mitosisMembentuk furrowing
17Ketahanan tekananKuat karena dinding selLemah tanpa vakuola kontraktil
18Tingkat totipetinsiSangat tinggiRendah
19Sambungan antar selplasmodesmataDesmosome tight junction

 

Baca juga: Jaringan Ikat Pada Hewan dan Tumbuhan

Persamaan dan perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan

perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan
3.bp.blogspot.com

Bentuk dan ukuran

Pada sel tumbuhan biasanya mempunyai ukuran lebih besar dan berbentuk persegi panjang. Sedamhlam pada bentuk sel hewan biasanya cendrung berbentuk bulat.

Dinding sel

Dinding sel merupakan bagian sel yang terletak paling luar, dinding ini berfungsi sebagai pelindung dan penunjang sel. Dinding sel bersifat kaku dan keras.

Dinding sel ini terbentuk dari dikitlosom yang dimana merupakan bahan penyusun dinding sel yaitu polisakarida, yeng terdiri dari selulosa, pektin, dan hemiselulosa.

Terdapat dua jenis dinding sel antara lain, yaitu:

  • Dinding sel primer, merupakan dinding sel yang terdiri atas pektin, hemiselulosa, serta selulosa dimana dinding sel ini terbentuk saat pembelahan sel.
  • Dinding sel sekunder, merupakan dinding sel yang berbentuk karena adanya penebalan dinding sel yang tersusun oleh lignin, hemiselulosa, dan selulosa. Pada dinding sel sekunder dapat ditemukan di sel dewasa di dalam dinding sel primer.

Antara dua sel yang berbedekatan, diteumi lamela tengah yang tersusun dari magnesium dan kalsium pektat yang berupa gel.

Dari dua sel yang berdekatan tersebut terdapat sebuah pori, pori ini merupakan penghubung dual sel yang berdekatan dihubungkan oleh benang-benang plasma yang sering juga dikenal dengan sebulan plasma modesmata.

Tahukah kalian kenapa batang tumbuhan umumnya keras dan sementara kulit manusia cenderung lembut/lemah?

Hal ini dikarenakan bagian luar dari sel tumbuhan disusun oleh dinding sel yang sangat keras.

Penyusun dinding sel adalah berupa zat kayu (selulosa yang tersusun dari glukosa). Adapun zat lain yang terkandung di dalam dinding sel yakni glikoprotein, helmi selulosa, dan pektin.

Lisosom

lisosom sel hewan dan tumbuhan
wikimedia.org

Berikutnya hal yang membedakan sel hewan dan sel tumbuhan yakni ada tidaknya lisosom. Lisosom ini hanya dimiliki oleh sel hewan saja, sementara untuk sel tumbuhan tidak memilikinya.

Pada sel hewan mengandung lisosom dalam sitoplasma. Lisosom sendiri mempunyai kandungan sejumlah enzim yang memiliki fungsi untuk membantu dalam pencernaan atau pemecahan zat dalam sel hewan.

Sedangkan untuk sel tumbuhan jarang yang memiliki lisosom, bahkan hampir tidak pernah memiliki lisosom di dalam kandungan sel tumbuhan.

Sentriol

Sentriol merupakan sepasang struktur yang berbentuk seperti silinder yang mempunyai sebuah lubang di tengah.

Sentriol tersebut tersusun dari protein mikrotubulus, yang memiliki peran dalam mengatur polaritas pembelahan sel dan pembentukan silia serta flagela dan pemisahan kromosom ketika pembelahan.

Mikrotubulus yang menyusun sentriol berbentuk seperti halnya benang-benang jala yag terlihat berdekatan dengan kromosom selama pembelahan sel (meiosis dan metosis).

Jala yang dimaksud adalah benang spindel, pada ujung yang lain benang spindel berdekatan dengan bagian ujung sentriol.

Vakuola

vakuola sel hewan dan tumbuhan
eduspensa.id

Vakuola dapat dijumpai pada beberapa jenis hewan yang bersel satu, seperti halnya paramecium dan amoeba.

Terdapat dua macam vakuola yang terdapat dalam paramecium, yaitu:

  • Vakuola Kontraktil (Vakuola Berdenyut)

Merupakan vakuola yang terdapat pada hewan bersel satu yang habitat hidupnya di air tawar. Vakuola kontraktil berfungsi untuk menjaga tekanan osmotik sitoplasma atau osmoregulato.

  • Vakuola Non-Kontraktil (Vakuola Tak Berdenyut)

Merupakan vakuola yang berperan untuk mencerna makanan sehingga dapat disebut juga vakuola makanan.

Plastida

plastida
3.bp.blogspot.com

Plastida merupakan organel bermembran lengkap berupa butir-butir yang memiliki kandungan pigmen.

Plastida ini hanya dapat dijumpai pada sel tumbuhan yang memiliki berntuk dan fungsi yang beragam.

Plastida merupakan hasil perkembangan dari badan kecil (plosplastida) dimana banyak ditemui di daerah meristimatik.

Dari perkembangan plastida diatas, plastida mampu berubah menjadi tiga jenis, yaitu:

1. Kloroplas

Kloroplas merupakan organel sel yang mempunyai kandungan klorofil, dimana klorofil tersebut mempunyai pengaruh besar terhadap proses fotosintesis.

Membran luar merupakan bagian dari kloroplas yang memiliki fungsi melewatkan molekul dengan ukuran lebih kecil 10 kilodalton tanpa selektivitas.

Sedangkan untuk membran dalam bersifat selektif permeabel, memiliki fungsi untuk menentukan molekul yang keluar masuk dengan tranpor aktif.

Adapun stroma merupakan cairan kloroplas yang berfungsi menyimpan hasil proses fotosintesis dalam bentuk amilum serta tilakoid tempat berlangsungnya fotosintesis.

Kloroplas ini sering kita jumpai pada daun dan organ tumbuhan lain yang memiliki klorofil atau warna hijau.

Klorofil sendiri dapat dibedakan menjadi beberapa macam, yakni:

  • Klorofil A (menampilkan warna hijau dan biru)
  • Klorofil B (menampilkan warna hijau kuning)
  • Klorofil C (menampilkan warna hijau coklat)
  • Klorofil D (menampilkan warna hijau merah)

2. Kromoplas

Kromoplas adalah plastida yang memberikan bermacam warna diluar dari proses fotosintesis/non-fotosintesis, seperti pigmen merah, orange, kuning, dan yang lainnya.

Adapun pigmen yang termasuk kelompok kromolas diantaranya:

  • Fikosianin (menghasilkan warna biru pada tumbuhan ganggang)
  • Xantofil (menghasilkan warna kuning pada daun yang sudah tua)
  • Fikosiantin (menghasilkan warna coklat pada tanaman ganggang)
  • Karoten (menghasilkan warna merah dan kuning jingga, misalnya pada jenis sayuran wortel)
  • Fikoeritrin (menghasilkan warna merah pada tumbuhan ganggang)

3. Leukoplas

Terakhir adalah leokoplas yang merupakan plastida yang tidak mempunyai warna atau berwarna putih. Fungsi utama leokoplas adalah sebagai tempat menyimpan cadangan makanan.

Umumnya sering ditemukan pada tumbuhan yang tidak terpapar oleh sinar matahari. Biasanya pada bagian organ penyimpanan cadangan makanan.

Leukoplas terbagi menjadi 3 macam, antara lain:

  • Amiloplas (leukoplas yang memiliki fungsi membentuk dan menyimpan amilum)
  • Elaioplas/lipidoplas (leukoplas yang memiliki fungsi membentuk dan menyimpan lemak atau minyak)
  • Proteoplas (leukoplas yang memiliki fungsi menyimpan protein)

Sitoskeleton

nukleus
materikimia.com

Sitoskeleton atau rangka sel merupakan organel sel berupa jalinan filamen-filamen protein dan bulu-bulu halus yang terletak antara nukleus dan membran.

Memiliki fungsi untuk memberi dan menjaga bentuk sel, dan juga berfungsi dalam pergerakan sel dan organel-organel sel.

Sel tumbuhan memiliki struktur protein internal yang membentuk sitoskeleton, lebih bergantung pada dinding sel yang kaku.

Sedangkan sel hewan mempunyai sitoskeleton fleksibel yang terdiri dari filamen aktin, antara mikrotubulus berongga dan filamen tebal.

Adapun bagian dari sitoskeleton terdiri dari:

  • Flamen Aktin (Mikrofilamen)

Filamen aktin merupakan filamen yang terbentuk oleh serat halus yang mempunyai diameter 7 nanometer.

Filamen ini mengandung dua untaian rantai aktin globular (bulat) berpilin satu denga yang lain.

  • Filamen Tengah

Filamen tengah merupakan filamen yang mempunyai bentuk layaknya tali tambang dengan diameter 8-11 nanometer.

Pada sebagian filamen tengah memiliki fungsi untuk memperkuat lapisan nukleus, sedangkan pada bagian lain untuk menyokong membran plasma serta untuk menghubungkan mikrotubula dan filamen aktin.

  • Mikrotubula

Mikrotubula merupakan bagian sitoskeleton yang memiliki wujud bulu-bulu halus dengan diameter 2,5 nanometer, dengan panjang 0,2-2,5 nanometer, serta dibangun oleh protein globular yang disebut tubulin, dan juga memiliki fungsi menjaga bentuk sel dan pergerakan organel sel.

Mikrotubula dapat memanjang dan memendek, selamat proses pembelahan sel akan membentuk benang-benang spindel sehingga memungkinkan kromosom bisa bergerak. Mekanisme kerja mikrotubula diatur oleh sentrosom.

_

Nah itu tadi pembahasan tentang perbedaan sel pada hewan dan tumbuhan serta fungsinya dan juga penjelasan lengkapnya. Semoga apa yang disampaikan penulis kali ini dapat bermanfaat serta bisa dijadikan referensi kedepannya. Sekian Terima Kasih.

Tinggalkan Balasan