Pesantren Sintesa Ladang Website Penuh Pahala

4 min read

Aminama.com

Assalamualaikum Wr Wb. Kenalin nama saya Ali jakfar, saya dari daerah Sampang Madura. Sebelumnya saya hanya bekerja seadanya di rumah, terkadang jika tidak ada kerjaan saya membantu kegiatan orang tua mengurusi sawah kami.

Sekarang saya berada di sebuah pondok pesantren yang luar biasa. Yang mengajarkan kami cara mencari surga dan mendapat dunia.

Dan sebelum masuk menjadi salah santri sintesa saya melalui banyak pengalaman penting dan kesan yang sangat berharga.

Darimana Saya Mengetahui Sintesa?

Awalnya saya tahu sintesa dari kerabat saya, dia mempunyai sepupu yang baru lulus dari sintesa.

Sepupunya itu angkatan ke tujuh, imam ghozali namanya dia masih kerabat jauh dengan saya. Karena sebelumnya teman saya itu memang sudah berkecimpung di dunia bisnis online.

Maka dari itu saya bertanya – tanya.?

“Bagaimana kalau misalkan saya belajar ikut kerja sepertimu” ujar saya.

Kemudian waktu itu dia menyarankan saya agar masuk ke sintesa ini. Karena jika belajar secara secara langsung mungkin akan lebih mudah dan lebih cepat dipahami.

Info Pendaftaran

Setelah mendapat saran dari teman saya itu, kemudian saya berdiskusi dengan keluarga, bahwasanya saya akan sekolah di poesantren sintesa.

Kemudian saya juga mengajak teman saya guna menjelaskan lebih rinci kepada orang tua saya. Dan alhamdulillah waktu itu semua anggota keluarga saya mendukung secara penuh.

Barulah pada saat info pendaftaran sintesa di buka, saya melakukan proses pengisian formulir pendaftaran.

Namun pada saat itu masih terkendala, dengan salah satu syarat yang mengharuskan saya membuat vlog.

Karena belum pernah membuat vlog sebelumnya, saya meminta bantuan teman saya yang ahli di bidang video grafis untuk membuat vlog tentang keluarga dan pengalaman hidup saya.

Setelah proses pembuatan vlog selesai dan sudah di edit sedemikian rupa, saya langsung membawa filenya ke teman saya untuk di upload ke youtube. maklum saya tidak tau apa ap hehe.

Setelah semuanya selesai, saya kemudian melengkapi proses pendaftaran yang sebelumnya tertunda.

Pada saat itu saya memilih jalur reguler/donasi, bukannya kenapa saya hanya takut tidak keterima bila harus ikut jalur beasiswa yang katanya proses seleksinya lebih ketat.

Tes Wawancara

Kira-kira dua hari sebelum pengumuman santri yang diterima, ada panggilan tak terjawab diHp saya.

Karena nomor tidak dikenal, saya hanya membalasnya dengan pesan singkat seperti ini, “siapa ya?”.

Ternyata pesan saya tidak dibalas, hingga keesokan harinya nomor tersebut memanggil lagi, namun lagi-lagi saya tidak mengangkatnya, karena waktu itu saya sedang latihan sepakbola.

Maklum kalau dirumah saya sering ninggalin hp, karena saya sering sibuk latihan maupun ikut turnamen sepakbola maupun futsal.

Sudah dua kali nomor tersebut tidak saya angkat panggilannya karena bertepatan saya tidak membawa handphone. Akhirnya nomer tersebut membalas pesan kemaren sore dan menyatakan dari Sintesa.

Ketika membaca pesan yang menyatakan dari Sintesa, saat itu juga saya langsung panik dan senang bukan main, karena yang ditunggu akhirnya menelpon juga.

Dan pada saat itu juga Saya langsung panik dan takut tidak diterima di pesantren Sintesa. Karena sebelumnya saya tidak merespon panggilan dari sintesa tersebut.

Kemudian siangnya saya membalas pesan tersebut, dengan harapan dapat direspon dan diterima di pesantren.

Tidak lama kemudian nomor tersebut menelpon lagi dan mewawancarai saya, saat itu saya gugup dan gemetar.

Namun syukur Alhamdulillah pada saat itu, penelepon hanya menguji dengan membaca AL Qur’an dan menanyakan ketika mendaftar di Sintesa sudah ada ijin dari orang tua atau belum.

Dan ada juga beberapa pertanyaan lain yang langsung saya jawab dengan tegas dan sopan.

Menunggu Pengumuman

Setelah proses wawancara yang menurut saya berjalan dengan lancar, kemudian pihak sintesa menginfokan agar supaya menunggu pengumuman pada tanggal 5 agustus di web ataupun facebook Sintesa.

Saya sangat tidak sabar dan juga takut jika misalkan saya tidak keterima, setiap hari saya selalu berdo’a meminta agar Allah permudahkan jalan untuk saya.

Bukan hanya itu, kedua orang tua saya juga memberikan do’anya pada saya. Dan alhamdulillah berkat ridho Allah dan juga kedua orang tua saya, semuanya lancar sesuai yang di harapkan.

Benar saja hari yang ditunggu tiba, yakni hari pengumuman. Hari itu saya tidak sabar, bahkan selepas sholat subuh saya langsung mengecek hp, guna melihat apakah pengumunannya sudah keluar atau belum.

Akan tetapi pagi itu pengumuman masih tidak keluar, saya semakin tidak sabar dan juga gugup akan hasil pengumumannya.

Saking tidak sabarnya setiap satu jam sekali saya mengecek facebook maupun web dari sintesa, namun hasilnya masih sama.

Saya semakin tidak sabar, akhirnya sekitar jam 5 sore pengumuman yang dinantipun keluar.

Langsung saja saat itu saya mencari nama saya, dan alhamdulillah senang bukan main ternyata nama saya ada dan tercantum sebagai nama siswa yang di terima di sintesa.

Setelah itu saya memberi tahu kedua orang tua saya bahwa saya diterima, merekapun memberikan selamat dan dukungan kepada saya.

Persiapan Sebelum Mondok

Setelah pengumuman keluar, kemudian di bawah kolom nama peserta yang lolos untuk berangkat ke sintesa, ada persyaratan dan perlengkapan yang akan di bawa ke sintesa, berikut juga rute untuk ke sintesa.

Keesokan harinya saya mulai melenkapi persyaratan yang akan saya bawa nantinya, dan bersiap untuk berangkat seminggu setelah pengumuman.

Perjalanan Menuju Sintesa

Setelah satu minggu dari pengumuman, kemudian saya berangkat bersama salah seorang teman sepupu saya yakni syarif. dia juga lolos dari jalur reguler.

Kami berdua berangkat hari rabu pagi, dengan menggunakan bus umum kami menuju terminal Bungurasih Surabaya.

Setelah sampai disana kami mencari bus untuk jurusan magetan terminal maospati, namun ternyata tidak ada. Kami pun bertanya kepada salah seorang sopir bus jurusan madiun.

Sopir bus itu mengatakan bahwa memang akan lewat maospati, namun ternyata setelah dalam perjalanan saat kernet bus meminta ongkos bus, saya kemudian menanyakan lagi dan jawaban nya berbeda yakni hanya lewat terminal madiun saja, dan tidak melewati maospati.

Sesampai di terminal madiun saya dan Syarif langsung mencari taksi online untuk menuju ke sintesa, saat itu kami sampai jam 7 malam karena perjalanan dari surabaya sedikit macet.

Sesampai disana kami menelpon pihak sintesa yakni mas Farhan, kemudian beliau keluar untuk menyambut kami.

Masa Adaptasi

sintesa.net

Setelah melakukan proses registrasi, kami di berikan sleeping bag untuk alas tidur. Kami berdua langsung mencari dimana tempat duduk yang akan kami tempati.

Setelah duduk bebrapa saat kami pun diinstruksikan untuk tidur pada jam 10 malam, nah saat itu kami belum tahu, sekitar jam tiga kami dibangunkan untuk sahur.

Saya sedikit kaget karena pada saat makan sahur nasi yang kami makan dibiang sedikit, bahkan hanya cukup untuk satu orang saja.

Dalam masa dua minggu kami adaptasi, berbagai macam kegiatan kami ikuti dan lakukan, mulai dari sholat berjemaah makan bersama, ngaji, hafalan dan banyak lainnya.

Kesan Yang Tak Terlupa

sintesa.net

Setelah masa adaptasi selesai, tiba saat yang paling menegangkan. Yakni saat dimana pengumuan peserta yang akan bertahan dan di terima sebagai santri sintesa.

Saat itu saya gugup dan takut akan menjadi orang yang akan di pulangkan tersebut, pengumamaanpun dilangsungkan di pagi hari.

Sebelumnya malam harinya sudah di infokan bahwa ada 4 orang yang tidak lolos. Saya semakin khawatir karena ada tiga nama dari reguler yanng di nyatakan tidak lolos.

Dan di pagi harinya setelah pengumuman yang menengangkan, ternyata kami hanya di Prank oleh para senior, kami pun tertawa dan meluangkan kegembiraan saat itu.

Di malam harinya kami sepakat untuk mengumpulkan sumbangan sesama angkatan kami untuk mengadakan acara makan bersama.

Alhamdulillah saat itu saya bisa beradaptasi dengan kegiatan disini. Gimana enggak, orang gak jauh beda dengan kehidupan di kosan. Cuma yang membedakan disini tingkat disiplinnya lebih tinggi.

Gak berasa udah 1000 kata lebih. Capek juga ngetiknya. Udah ya sekian dulu, semoga bermanfaat.

Wassalamualaikum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *